#lampura#pungli

Tiga Pelaku Pungli di Pasar Lampura Jadi Tersangka

Tiga Pelaku Pungli di Pasar Lampura Jadi Tersangka
Wakapolres Lampung Utara Kompol Dwi Santosa dan jajaran menunjukkan barang bukti yang disita dan menetapkan tiga pelaku pungli sebagai tersangka di Mapolres Lampura, Jumat, 10 Juni 2022. (Lampost.co/Hari Supriyono)


Kotabumi (Lampost.co) -- Polres Lampung Utara (Lampura) menetapkan tiga tersangka yang tertangkap tangan (OTT) melakukan pungutan liar (pungli) terhadap para pedagang di pasar Kamis, Desa Negararatu, Kecamatan Sungkai Utara. Ketiga tersangka diantaranya seorang mantan Kepala Desa Negararatu berinisial AS (50) alias Agus, warga berinisial AM (45) alias Alif, dan AT alias Abu (50), warga Desa Negararatu, Sungkai Utara.                           


Wakapolres Lampung Utara Kompol Dwi Santosa mengungkapkan pihaknya menetapkan tiga tersangka usai memeriksa enam orang yang ditahan karena OTT pungli. Selain itu, polisi menyita barang bukti uang tunai Rp44 juta dan kuitansi tanda terima berikut empat buah handphone berbagai merek.

"Ketiga tersangka salah satunya diketahui mantan kepala desa, dan dua lainnya warga. Ketiga tersangka ditahan dalam kasus pungli sewa pasar terhadap para pedagang yang hendak berjualan di pasar tersebut," ujarnya di Mapolres Lampura, Jumat, 10 Juni 2022.  

Baca juga: Polres Lampura Tangkap Enam Pelaku Pungli di Pasar

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ketiganya mengakui perbuatannya. Mereka meminta uang sewa pasar dari para pedagang dengan tarif bervariasi. Perinciannya, untuk sewa los dikenakan uang Rp2,5 juta, kios atau ruko sebesar Rp2,5 juta hingga Rp5 juta.                 

"Mereka mengancam. Apabila tidak membayar, para pedagang tidak dapat berjualan di pasar tersebut,"kata Wakapolres.   

Dia melanjutkan ketiga tersangka memiliki peran masing-masing. Dua tersangka yakni pelaku berinisial AF dan AT mengumpulkan uang dari para pedagang. Setelah uang terkumpul, disetorkan kepada mantan kepala desa berinisial AS. Wakapolres juga menyebutkan pasar tersebut dibangun menggunakan dana APBN untuk membantu masyarakat khususnya para pedagang yang berjualan. Dwi menegaskan para pedagang seharusnya tidak dikenakan biaya.                   

Diberitakan sebelumnya, Polres Lampung Utara menangkap enam orang dalam OTT pungli di pasar Kamis, Desa Negararatu, Sungkai Utara, Kamis, 9 Juni 2022. Keenam orang tersebut yaitu oknum kepala desa, mantan kepala desa, dan empat warga setempat. Dari penangkapan OTT itu, polisi menyita uang puluhan juta. Kasus tersebut kini dalam pemeriksaan secara intensif.
                 
Keenam orang tersebut diantaranya oknum kepala desa berinisial FR, oknum mantan kepala desa berinisial AS, serta empat warga lainnya yang ditugaskan untuk melakukan pungli terhadap para pedagang. Kasat Reskrim Polres Lampung Utara AKP Eko Rendi Oktama menyatakan pihaknya telah meminta keterangan dari kepala dinas pasar setempat. 


 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait