#curanmor#beritakriminal#beritalampung

Tiga Komplotan Curanmor Beraksi 10 Lokasi di Bandar Lampung

Tiga Komplotan Curanmor Beraksi 10 Lokasi di Bandar Lampung
Polsek Tanjungkarang Barat meringkus enam pencuri kendaraan bermotor (curanmor) dalam sebulan. Para tersangka yang berasal dari Bandar Lampung dan Lampung Timur itu merupakan tiga komplotan berbeda yang beraksi pada 10 lokasi di Bandar Lampung. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Polsek Tanjungkarang Barat meringkus enam pencuri kendaraan bermotor (curanmor) dalam sebulan. Para tersangka yang berasal dari Bandar Lampung dan Lampung Timur itu merupakan tiga komplotan berbeda yang beraksi pada 10 lokasi di Bandar Lampung.

Dalam penangkapan, petugas juga menyita barang bukti berupa tiga set kunci letter t, pembuka magnet, dan satu senjata tajam.

Kanit Reskrim Polsek Tanjungkarang Barat, Iptu Suhaimi, mengatakan terdapat 10 lokasi kejadian pencurian motor yang teridentifikasi dilakukan tiga komplotan tersebut. Namun, pihaknya menduga aksi seluruh tersangka telah dilakukan lebih dari 10 kali. 

"Modus komplotan serupa, yakni memantau lokasi sekitar, merusak kunci kontak motor, dan merusak gembok pagar jika motor berada di dalam halaman rumah," kata Suhaimi, Jumat, 9 April 2021.

Sementara itu, pihaknya juga masih mengejar enam tersangka lainnya dari komplotan tersebut. "Mereka ini meresahkan warga dan ada dua pelaku juga yang berstatus residivis," ujarnya.

Keenamnya adalah Sunarto (25), warga Kemiling, yang beraksi bersama Peren Gusnanda (22), warga Sumber Rejo, Kemiling. Sementara, rekan komplotan tersebut yang masih buron adalah DR yang berperan menjual motor curian.

Kemudian tersangka Rizki Romadoni (21), warga Telukbetung Timur dan Ade (24) warga Kedaton. Lalu Dedi Kurniawan dan Darmawan, warga Jabung, Lampung Timur. Dari komplotan ini, aparat masih mengejar empat pelaku lainnya berinisial AP, ON, CA,dan AR dan AD.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman pidana maksimal tujuh tahun penjara. 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait