#banjir#lampungselatan

Tiga Kali, Puluhan Ha Padi di Baliagung Lamsel Terendam Banjir

Tiga Kali, Puluhan Ha Padi di Baliagung Lamsel Terendam Banjir
Ketua Gapoktan Balijaya Desa Baliagung, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Dewa Aji Tastrawan saat menunjukkan tanaman padi yang terendam banjir, Rabu, 2 Februari 2022. (Foto: Lampost.co/Armansyah)


Kalianda (Lampost.co) -- Puluhan hektare(ha) tanaman padi di Desa Baliagung, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, kembali terendam banjir setelah diguyur hujan semalaman. Banjir kali ini merupakan peristiwa yang ketiga kalinya dalam musim tanam rendeng 2022 di desa tersebut.

Ketua Gapoktan Balijaya Desa Baliagung, Dewa Aji Tastrawan, mengatakan hujan semalaman mengakibatkan tanaman padi sekitar 60 hektare di desa setempat kembali terendam banjir. Padahal, tanaman padi itu baru berusia 15 - 20 hari setelah tanam (HST).

"Banjir ini sudah yang ketiga kalinya terjadi di desa kami. Jelas, petani di sini menjerit karena sudah tiga kali tanam. Petani sudah rugi banyak," kata dia saat ditemui dirumahnya, Rabu, 2 Februari 2022.

Dewa mengatakan banjir pertama mengakibatkan tanaman seluas 40 hektare, banjir kedua 50 hektare dan banjir kali ini 60 hektare. Saat ini kondisi tanaman masih terendam banjir dan diprediksi akan surut setelah tiga hingga empat hari ke depan.

"Banjir kali ini tidak kami laporkan. Sudah bosan dilaporkan, mas. Banjir yang pertama dan kedua saja belum ada respons bantuan. Kasihan petani merugi banyak," ujarnya.

Baca juga: Ratusan Hektare Padi di Baliagung Terdampak Banjir

Menurut Dewa, banjir tersebut disebabkan derasnya intensitas hujan sejak kemarin sore hingga malam. Selain itu, banjir juga disebabkan adanya pendangkalan saluran sekunder Kalirejo - Saluran Primer Pematangbuluh sepanjang 6 km.

"Memang saluran irigasi yang berada di hamparan persawahan 300 hektare itu sudah alami pendangkalan dan penyempitan. Untuk itu, setiap hujan deras sudah dipastikan banjir," kata dia.

Dewa mengatakan pihaknya telah mengusulkan normalisasi saluran sekunder tersebut ke Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPH-BUN) Kecamatan Palas. 

"Sudah kami usulkan dari saluran Sekunder Kalirejo hingga Primer Pematangbuluh untuk wilayah boloran sepanjang 6 km dengan luas hamparan 300 ha. Bahkan, petani kami siap memberikan lahan mereka untuk pelebaran saluran," ujar Dewa.

Sementara itu, Plt. Kepala UPTD TPH-BUN Kecamatan Palas, Tarmijan mengatakan, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan laporan secara rill luasan tanaman terdampak dari petani maupun para penyuluh.

"Informasinya memang ada banjir di Desa Baliagung. Tapi, kami belum mendapatkan laporan luas yang terendam banjir," ujarnya. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait