Sapidicuri

Tiga Ekor Sapi Disikat Pencuri

Tiga Ekor Sapi Disikat Pencuri
Kandang sapi. Dok warga


Kalianda (Lampost.co) -- Masyarakat di Desa Kemukus kecamatan Ketapang, Lampung Selatan kembali dibuat gempar oleh aksi pencurian hewan ternak pada Jumat, 27 November 2020 dini hari. Kali ini tiga ekor sapi milik Karniat [45 tahun] warga Dusun 02 desa Kemukus kecamatan Ketapang, Lampung Selatan lenyap dari kandangnya. Hilangnya tiga ekor sapi dalam satu kandang tersebut menambah daftar desa Kemukus menjadi sasaran bagi komplotan pencurian hewan ternak. Pada 10 Juni 2020 lalu, dua ekor sapi milik Heru juga raib. "Pencurian sapi ini modus dan arahnya sama dengan yang terjadi pada bulan Juni lalu. Dimana pada bulan Juni lalu dua ekor sapi milik warga kami juga digasak pencuri. Bisa jadi pelakunya juga sama," kata kepala desa Kemukus, Imam Junaidi kepada Lampost.co, Jumat, 27 November 2020. Ia menceritakan pelaku menuntun tiga ekor sapi curian melalui pekebunan proyek menuju lokasi persemaian bibit permanen di dusun Siringdalam desa Sripendowo, kecamatan Ketapang atau sekitar tiga kilometer dari kandang sapi milik Karniat. Aksi pencurian itu pertama kali diketahui oleh korban sekitar pukul 03.00, saat akan memberikan pakan untuk tiga ekor sapinya. Dengan dibantu puluhan warga dan kepala desa setempat, mereka mengikuti jejak kaki sapi hingga ke lokasi pembibitan permanen milik Kementerian Kehutanan di Dusun Siringdalam, Desa Sripendowo. "Sekarang Pak Kanitreskrim dan Pak Kanitbinmas Polsek Penengahan sudah tiba di rumah korban untuk cek TKP," kata Kades Kemukus. Akibat kehilangan tiga ekor sapi, korban Karniat mengaku menderita kerugian sekitar Rp40 juta. "Babon satu, betina satu ekor dan satu ekor lagi laki. Kalau dijual laku diatas Rp40-an juta," katanya. Sementara Kanitreskrim Polsek Penengahan Ipda Suyitno mendampingi Kapolsek Penengahan AKP Hendra Saputra membenarkan kejadian tersebut. "Kami masih cek tempat kejadian perkara," kata Ipda Suyitno yang tiba dilokasi kejadian bersama Aiptu Nurkholis Kanitbinmas Polsek Penengahan.

EDITOR

Dian Wahyu Kusuma

loading...




Komentar


Berita Terkait