#banjir#tambang

Tiga Bukit Tambang di Pringsewu Dituding Jadi Penyebab Banjir Gadingrejo

Tiga Bukit Tambang di Pringsewu Dituding Jadi Penyebab Banjir Gadingrejo
Banjir yang merendam sejumlah pekon di Kecamatan Gadingrejo dan Jalinbar Wates, pada Senin, 17 Januari 2022. Dok warga


Pringsewu (Lampost.co) -- Banjir di sejumlah pekon di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu ditengarai berasal tiga bukit tambang di wilayah setempat. 

Mantan aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung, Andreas Andoyo mengaku telah melakukan penelusuran terhadap gunung yang dimaksud. Ketiga tambang tersebut berstatus di bawah hak kelola atas nama H. Irwan, Sarno, dan Dade.

"Ketiga bukit itu ditambang yang mengakibatkan bagian lumpur terbawa air masuk ke permukiman dan jalan raya," kata dia, Selasa, 18 Januari 2022.  

Baca: Jalinbar dan Sejumlah Pekon di Gadingrejo Terendam Banjir

 

Andoyo menjelaskan, campuran lumpur yang terbawa arus tersebut menyebabkan pendangkalan dan penyempitan saluran air.

"Harus ada solusi untuk mengatasi banjir dengan membuat saluran air yang dikhususkan untuk menampung air dari bukit yang gundul," ujar dia. 

Andreas mendesak problem ini diangkat anggota legislatif dalam bahasan di DPRD agar bisa segera diusulkan dalam anggaran 2022.

Sementara itu, pemilik tambang batu CV. Tambang Batu Sarno, Sarno mengeklaim tambangnya tidak pernah memiliki masalah. Bahkan, bak limbah berukuran 40x60 meter diakuinya tidak pernah limpas meskipun hujan lebat.

Menurut Sarno, aliran air yang besar saat hujan turun lebih disebabkan saluran air di Dusun Sari Bumi, Pekon Wates Selatan, kecil.

"Jadi sumber air yang menyebabkan banjir bukan dari bukit tambang milik saya," ungkap Sarno.

Ia menyatakan perusahaan tambang batu yang dikelola juga masih mengantongi izin aktif. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait