#fasilitasumum#JPO#Pemerintah#beritalampung

Tidak Sesuai Kebutuhan Pengguna, Fasilitas JPO yang Tak Diminati

Tidak Sesuai Kebutuhan Pengguna, Fasilitas JPO yang Tak Diminati
Jembatan penyebrangan yang sepi pengguna. (foto:lampot/febi herumanika)



BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang ada di tengah-tengah kota Bandar Lampung, kurang diminati warga. Berbagai alasan dilontarkan masyarakat terkait tidak maunya melintasi JPO yang sengaja dibangun oleh pihak ketiga dan Pemerintah tersebut untuk keamanan dan keselamatan pejalan. 

Pantauan Lampost.co, Rabu (23/8/2017), beberapa lokasi JPO yang tidak pernah digunakan Masyrakat yakni di Jalan ZA Pagaralam Depan Universitas Muhamadiah, Jalan Soekarno Hatta depan Alqautsar,  Jalan Teuku Umar tidak jauh dari lokasi Subsektor Tanjungkarang, Jalan Raden Intan depan Ramayana, pertigaan Resort Polresta Bandar Lampung dan dua JPO lainya di Jalan Kartini Pasar Bambu Kuning.

 

 

Keberadaan beberapa JPO tersebut hanya dimanfaatkan pengemis dan pemulung untuk beristirahat serta meminta-minta kepada masyarakat yang melintas.

 

 

Menurut Hendri (26), warga,, Jembatan Penyeberangan orang yang dibuat pemerintah kurang pengawasaan dari petugas, meski pun tidak dijaga setidaknya kata Kurnia, Pemkot bersama pihak ketiga harus memasang papan peringatan di sekitar lokasi tujuanya supaya masyarakat jika hendak menyeberang melewati jembatan sehingga laju kendaraan yang melintas tidak terhambat. "Alasan masyarakat lebih memilih jalan bawah karena lewat bawah lebih cepat, kalau pun lewat bawah kan nggak ada yang negur, papan peringatan atau imbauan juga nggak ada, lewat atas juga capek naik turun, selain itu banyak pengemis," katanya.

 

 

Pengamat lalu lintas Lampung, Sasana Putra sebelumnya mengatakan, keberadaan JPO bukan  atas kemauan masyarakat dan bukan  di lokasi yang pas untuk dijadikan tempat peyebrangan, 

 

 

Menurut Putra JPO dibangun untuk memungut keuntung dari periklanan, bukan dengan tujuan untuk untuk pasilitas publik, " banyak JPO yang dibangun tapi tidak digunakan masyrakat, karena masyrakat lebih memikih untuk lewat jalan bawah. JPO dibangun untuk periklanan," kata Putra.

 

 

EDITOR

Febi Herumanika

loading...




Komentar


Berita Terkait