#kerumunan#organtunggal

Terungkap, Uang DP Organ Tunggal Pakai ADD

Terungkap, Uang DP Organ Tunggal Pakai ADD
Petugas gabungan membubarkan acara organ tunggal di Pekon Karang Agung Kecamatan Semaka, Tanggamus. Dok


Kotaagung (Lampost.co) -- Polres Tanggamus telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus kerumunan organ tunggal di tengah pandemi Covid-19. Satu diantaranya diketahui sebagai Kepala Pekon atau kades.

Tersangka RA (45) selaku Kepala Pekon Karang Agung, Kecamatan Semaka, Tanggamus, diduga berperan sebagai penyandang dana dalam acara tersebut.

Baca juga: 8 Orang Jadi Tersangka Narkoba dalam Kasus Kerumunan Organ Tunggal

Mirisnya dalam pemberian dana oleh Kakon RA, uang muka atau panjar kepada pemilik organ tunggal sebesar Rp5 juta diduga berasal dari Anggaran Dana Desa (ADD) Pekon Karang Agung.

"AR selaku inisiator acara dan ketua pemuda Pekon Karang Agung masih dalam pencarian, RK perannya sebagai penghubung dengan pihak organ tunggal, dan RA perannya sebagai orang yang mendanai kegiatan tersebut," kata AKBP Oni Prasetya didampingi Kasat Reskrim Iptu Ramon Zamora, SH dan Kaur Bin Ops Satresnarkoba Iptu Ujang Srikandi, Senin, 17 Mei 2021, di Mapolres Tanggamus.

Kapolres menegaskan akan menindak tegas dan memproses sesuai hukum yang berlaku sesuai hasil koordinasi dengan Kejaksaan yaitu UU Karantina Kesehatan. Kemudian pihaknya akan berkoordinasi dengan kejaksaan dan pemda terkait pendanaan atau uang yang digunakan untuk membayar kegiatan dari ADD.

"Yang jelas kami tidak main-main, karena dampaknya luar biasa dan juga semoga ini menjadi contoh kepala pekon yang lain. Tolong gunakan ADD sebaik mungkin dan sesuai dengan penggunaannya," ucapnya.

Berkaitan dengan status tersangka, kapolres menjelaskan bahwa yang berada di Polres Tanggamus adalah perkara narkoba sebab untuk perkara menyebabkan kerumunan ancaman pidananya di bawah 5 tahun, sesuai dengan pasal 21 KUHAP tatacara penahanan itu tidak masuk.

"Tetapi itu bukan berarti tidak diproses pidana (walaupun tidak ditahan), pidana tetap jalan," ucapnya.

Kemudian, terhadap semua yang terlibat dalam menyebabkan kerumunan akan diperiksa. "Semua yang terlibat akan diperiksa," ujarnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait