pembunuhan

Terungkap Motif Dua Pelaku Bunuh dan Buang Mayat Temannya di Sumur Tua

( kata)
Terungkap Motif Dua Pelaku Bunuh dan Buang Mayat Temannya di Sumur Tua
Kapolres Lamtim AKBP Wawan Setiawan, Senin, 13 Juli 2020, saat press rilis kasus pembunuhan yang mayatnya ditemukan warga di dalam sumur tua. Djoni Hartawan Jaya

SUKADANA (Lampost.co) -- Motif ingin menguasai harta benda korban dan terlilit hutang, SS (40) dan WS (21) tega menghabisi Agus Sutrisno (38) dan membuang jasadnya ke dalam sumur tua di sekitar lokasi Bendungan Garongan atau Dam Swadaya, Desa Gondang Rejo, Kecamatan Pekalongan, Lampung Timur.

"Ya motif pembunuhan yang dilakukan kedua tersangka karena ingin menguasai harta benda korbannya," kata Kapolres Lamtim AKBP Wawan Setiawan saat press rilis di mapolres setempat, Senin, 13 Juli 2020.

Baca juga: Warga Pekalongan Gempar Temukan Mayat di Dalam Sumur

Adapun otak pelaku dari kasus tersebut diduga adalah SS, warga Kecamatan Batanghari Nuban yang mengajak WS, warga Kecamatan Pekalongan untuk melakukan perbuatan keji itu.

Sementara kronologisnya, kata AKBP Wawan, tersangka SS bersama WS pada Rabu, 1 Juli 2020, mengajak korban Agus, warga Desa Cempaka Nuban, Kecamatan Batanghari Nuban, minum-minuman keras bersama di wilayah Kota Metro bersama seorang wanita.

Setelah puas minum minum, pada Kamis, 2 Juli 2020, sekitar pukul 02.00 Wib, tersangka SS mengajak pulang. Mereka kemudian pulang bertiga menaiki sepeda motor korban. Adapun yang mengendarai sepeda motor tersebut adalah SS, korban Agus di tengah, dan WS di belakang.

Sesampainya di Desa Jojog, Kecamatan Pekalongan yang berbatasan dengan Desa Gedung Dalem Kecamatan Batangharin Nuban, sekitar pukul 3.00 Wib, SS menghentikan sepeda motornya.

Setelah sepeda motor berhenti, WS langsung mencekik leher korban dan SS memukuli kepala serta menendang dada korban. Kemudian, setelah korban diperkirakan tak bernafas selanjutnya dibawa ke lokasi sumur tua di sekitar Bendungan Garongan atau Dam Swadaya.

"Sebelum korban dimasukkan kedalam sumur, SS kembali menginjak-injak dada korban. Kemudian setelah dipastikan tewas korban dimasukkan ke dalam sumur tua tersebut hingga ditemukan warga pada Sabtu, 4 Juli 2020," ungkapnya.

Usai melakukan pembunuhan SS dan WS mengambil sepeda motor, ponsel, dan dompet milik korban. Selanjutnya SS melarikan dir ke Kabupaten Siak setelah sempat menjual ponsel milik korban, sementara WS yang membawa sepeda motor korban bersembunyi di Bandar Lampung.

Menindaklanjuti penemuan mayat korban, petugas melalukan otopsi dan hasilnya ditemukan adanya tanda tanda kekerasan. Atas dasar hasil otopsi tersebut petugas kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya dapat meringkus SS dan WS pada Sabtu, 11 Juli 2020.

"SS diringkus petugas di Wilayah hukum Polsek Siak, Kabupaten Siak, Provinsi Riau dan WS diringkus petugas di Bandar Lampung," tambahnya.

Saat meringkus kedua tersangka, petugas juga menyita sejumlah barang bukti di antaranya berupa sepeda motor, dan dompet milik korban.

EDITOR

Winarko

loading...

Berita Terkait

Komentar