#Korupsi

Tersangka Utama Korupsi Pajak Minerba Lamsel Janji Bongkar Nama Lain di Persidangan

Tersangka Utama Korupsi Pajak Minerba Lamsel Janji Bongkar Nama Lain di Persidangan
Tersangka kasus korupsi Pajak Minerba Lamsel siap sebutkan nama lain yang terlibat. Lampost.co/Febi Herumanika


Bandar Lampung (Lampot.co) -- Satu dari empat tersangka kasus penyelewengan pajak dan retribusi mineral dan batu bara (Minerba) di Lampung Selatan (Lamsel) tahun 2017-2019, Yuyun, buka suara setelah ditahan penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Tinggi Lampung.

Melalui kuasa hukumnya, Ilyas, Yuyun mengatakan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) kliennya ada beberapa nama yang dimunculkan diduga terlibat dalam kasus tersebut. Nama-nama itu dijanjikan akan dibongkar di persidangan berikutnya.

"Dia sedikit menyinggung dalam BAP. Nama-nama itu akan kita bongkar perannya seperti apa agar perkara ini menjadi jelas," kata Ilyas, Rabu, 6 Januari 2021.

Menurut Ilyas, kebocoran PAD yang yang menjerat kliennya tergolong lama, terhitung dari 2017 hingga 2019. Akan tetapi kenapa ada pembiaran dan hal ini menjadi pertanyaan besar.

"Ada dugaan semacam pembiaran sistem yang tidak bagus di instansi itu sehingga terjadi kesalahan berlarut-larut," katanya.

Ilyas mengaku akan mengapresiasi pihak Kejati jika bisa menelusuri kasus ini secara keseluruhan. Ia bilang, penegakan hukum harus diungkap dari mulai peran atasan yang menyebabkan kebocoran seprti saat ini dan menjadi temuan kerugian negara.

"Kalau ada maling sekali, oke lah bisa dikatakan lalai. Tetapi kalau sudah dicuri berulang-ulang berarti tuan rumahnya sudah membiarkan. Ini semestinya jadi kajian Kejati," katanya.

Menurut Ilyas, kliennya sudah koperatif selama menjalani proses hukum. Selama proses penyidikan, Yuyun selalu datang. Hanya saja ada beberapa kali panggilan tidak hadir karena beberapa alasan.

Ketidakhadiran Yuyun, kata dia, karena sedang ada proses perdata yang tengah dijalani bersamaan panggilan Kejati. Alasan kedua, beberapa waktu lalu Yuyun ke Kayu Agung (Sumsel)  dan melakukan rapid test dan hasilnya sudah dilampirkan dalam surat yang diajukan ke Kejati.

Sebelumnya, penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung menahan tersangka Yuyun, Kepala Bidang (Kabid) di Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Lampung Selatan, ke rumah tahanan (Rutan) wanita Way Hui.

Yuyun merupakan satu dari empat tersangka kasus dugaan korupsi penyelewengan PAD dari sektor pajak dan retribusi Minerba tahun 2017-2019.

Kasi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Lampung Andrie W Setiawan mengatakan Yuyun ditahan 20 hari ke depan di Rutan Way Hui guna proses penyidikan dikarenakan tersangka sempat mangkir dari panggilan sebelumnya.

"Pertimbangan penyidik untuk proses kedepan, penyidik melakukan penahanan 20 hari kedepan," katanya.

Lebih lanjut mantan Kasi Intel Kejari Bandar Lampung ini menjelaskan, tersangka merupakan pelaku yang menggerakkan tersangka lain dalam kasus tersebut.

"Dia yang mengatur dan memerintahkan sehingga terjadi kerugian negara pada PAD Lampung Selatan," kata Andrie. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait