#videoviral#hoaks

Tersangka Penyebar Hoaks Kericuhan Terminal Metro Mengaku Cuma Iseng

Tersangka Penyebar Hoaks Kericuhan Terminal Metro Mengaku Cuma Iseng
Oknum guru penyebar video kerusuhan Terminal Kota Metro meminta maaf didampingi Ditreskrimsus Polda Lampung. Dok Polres Metro


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kepolisian Daerah (Polda) Lampung masih memeriksa Guntoro (50), oknum guru tersangka penyebaran video hoaks tentang kericuhan di Terminal Metro. Tersangka pun masih ditahan penyidik Subdit V Cybercrime Ditreskrimsus di Polda Lampung.

Guntoro dijerat Pasal 14 ayat (1) dan (2) Undang-undang (UU) 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Dalam pasal itu disebutkan, pelaku diancam pidana maksimal 10 tahun penjara. Sedangkan dalam Pasal 14 ayat (2) tertulis pidana maksimal tiga tahun penjara.

Kedua pasal itu mengatur tentang berita bohong yang menimbulkan keonaran.

"Pelaku dijerat Pasal 14 ayat (1) dan (2)," ujar Dirreskrimsus Polda Lampung, Kombes Pol Ari Rachman Nafarin, Kamis, 22 Juli 2021.

Baca: Penyebar Video Hoaks Kerusuhan Terminal Metro Minta Maaf

 

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku sekadar iseng mengaitkan video dengan isu penggusuran di Terminal Metro. Padahal, video tersebut menayangkan peristiwa di Pasar Peunanyong, Aceh pada 24 Mei 2021. Penyebaran hoaks tersebut dikhawatirkan memicu keresahan masyarakat di masa pandemi covid-19.

"Motifnya iseng," paparnya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait