#KORUPSI#BERITATULANGBAWANG

Tersangka Kasus DAK Pendidikan di Tuba 2019 segera Ditahan 

Tersangka Kasus DAK Pendidikan di Tuba 2019 segera Ditahan 
Ilustrasi:Pixabay.com


Menggala (Lampost.co) -- Dua tersangka kasus fee proyek dana alokasi khusus (DAK) Pendidikan 2019 di Tulangbawang (Tuba) akan ditahan bersamaan dengan pelimpahan tersangka dan berkas perkara di Pengadilan Negeri setempat. Pelimpahan berkas tersebut ditargetkan sebelum Idulfitri 2021.

"Kalau tersangka ditahan sudah pasti. Untuk penahanan dilakukan setelah berkas dan barang buktinya kami serahkan ke jaksa peneliti dan pihak pengadilan,"ujar ujar Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tuba, Leonardo Adiguna saat ditemui di ruangkerjanya, Rabu (3/3/2021) siang.

Untuk mempercepat pelimpahan kasus tersebut, penyidik kejaksaan negeri setempat telah melakukan pemeriksaan sebanyak 110 kepala sekolah selaku pengelola DAK 2019 sebesar Rp49 miliar, termasuk sejumlah pejabat di dinas pendidikan setempat serta sejumlah saksi dari pihak swasta.

"Semua pihak yang terlibat dalam kegiatan DAK 2019 kami mintai keterangan. Termasuk 110 kepala sekolah pengelola DAK tersebut,"ujar mantan Kasi Pidsus Kejari Peingsewu itu.

Leonardo mengatakan dari hasil pemeriksaan, para kepala sekolah mengakui adanya penarikan fee kegiatan yang dilakukan pihak dinas pendidikan yang besarannya ditentukan. 
"Pungutan yang dilakukan besarannya bervariasi yakni 10-12,5 persen dari nilai kegiatan,"kata dia.

Selaku tim penyidik, Leo membantah ada intervensi pihak tertentu terkait penyidikan kasus tersebut. Menurutnya, belum dilakukannya penahanan dan pelimpahan kasus tersebut karena penyidik dituntut kejelian dan kehati-hatian untuk merunut jejak kasus tersebut mengingat kasus ini menjerat seorang pejabat. "Untuk apa buru-buru. Kami penyidik gak mau nantinya kasus ini mentah di pengadilan,"ujarnya.

Berdasarkan keterangan dan barang bukti yang didapat penyidik, pihak kejaksaan setempat baru menetapkan dua tersangka yakni Mantan Kadis Pendidikan setempat, Nas dan Gan dari pihak swasta. 

"Kasus ini baru kami fokuskan dengan pungutan fee kegiatannya. Untuk fisiknya akan dilihat dari proses penyidikan ke depan. Yang pasti, kami sudah mengantongi angka kerugian negaranya dalam kasus ini," kata dia. 

Untuk mencari tersangka baru, tim penyidik juga terus menggali dan mencari bukti baru termasuk keterangan dari para saksi dan dua tersangka. 

"Kalau ada keterangan dan bukti baru, tentunya penyidik akan bersikap dengan menetapkan tersangka baru,"pungkasnya. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait