petir

Tersambar Petir, Belasan Warga Bangunan Tuntut Ganti Rugi ke Provider

Tersambar Petir, Belasan Warga Bangunan Tuntut Ganti Rugi ke Provider
Sejumlah masyarakat Dusun II, Desa Bangunan, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, saat berkoordinasi dengan Kepala Desa Bangunan terkait permohonan ganti rugi setelah tersambar petir, Kamis (28/5/2020). Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Belasan masyarakat Dusun II, Desa Bangunan, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, menuntut perusahaan provider Telkomsel ganti rugi atas kerusakan barang elektronik mereka setelah tersambar petir pada Sabtu, 23 Mei lalu. Mereka menilai sambaran petir yang merusak seluruh barang elektronik itu merupakan dampak adanya tower provider Telkomsel yang terletak di dusun setempat. Akibatnya belasan kepala keluarga di dusun itu alami kerugian puluhan juta rupiah.

Seperti yang diungkapkan, Hendra, warga Dusun II, Desa Bangunan mengatakan dirinya alami kerugian sekitar Rp7 juta - Rp8 juta setelah disambar petir. Dia mengaku sambaran petir itu diduga dampak dari tower provider Telkomsel. 

"Kami dibawah tower Provider Telkomsel disini sering alami kerusakan barang elektronik. Setahun sekali bisa merusak televisi. Kali ini, petir yang merusak barang elektronik milik belasan rumah warga sekitar tower," kata dia saat ditemui di Kantor desa Bangunan, Kamis, 28 Mei 2020.

Dia mengaku seridaknya barang elektronik, seperti televisi, alat pemasak nasi, pengeras suara, DVD Player, mesin Sanyo dan beberapa lampu rusak. "Dia meminta provider Telkomsel ganti rugi atas kerusakan barang elektronik kami yang tinggal sekitar tower provider Telkomsel," kata dia. 

Dia juga menyayangkan dengan adanya keberadaan tower provider Telkomsel tersebut. Sebab, hingga kini ia tidak pernah memberikan izin lingkungan berupa tanda tangan.

"Saya tahu dampaknya seperti adanya petir ini. Makanya saya tidak pernah memberikan tanda tangan atau izin pendirian tower itu," kata dia yang diamini Dasril, warga lainnya yang juga alami kerusakan barang elektronik. 

Sementara itu, Kepala Desa Bangunan Isnaini mengatakan setidaknya ada 14 KK yang alami kerusakan barang elektronik mereka setelah tersambar petir beberapa hari yang lalu. Bahkan, pihaknya sudah melayangkan surat permohonan ganti rugi kepada pihak Perusahaan Provider Telkomsel.

"Sudah kami data kerusakan barang elektronik milik masyarakat setempat. Ada 14 rumah yang menjadi korban sambaran petir. Sedangkan, kerugian keseluruhan mencapai Rp34,1 juta. Kami minta pihak provider segera ganti rugi yang dialami warga kami," kata dia. 

Isnaini mengatakan hingga saat ini pihaknya tidak mengetahui secara jelas izin pendirian tower provider Telkomsel tersebut. Sebab, pihaknya tidak memiliki arsip dokumen izin dari pihak Telkomsel.

"Tower provider Telkomsel itu sudah berdiri sekitar 15 tahun. Hingga saat ini kami tidak ada arsip dokumen surat izin pendirian tower provider Telkomsel tersebut," kata dia. 

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait