#Damar#PerkawinanAnak

Terpilih Menjadi Direktur Damar, Ana Yunita Ingin Akhiri Budaya Perkawinan Anak

Terpilih Menjadi Direktur Damar, Ana Yunita Ingin Akhiri Budaya Perkawinan Anak
Rapat Umum Anggota (RUA) Perkumpulan Damar pada Rabu, 2 Desember 2020/Lampost.co/Umar Robani


Bandar Lampung (Lampost.co): Ana Yunita resmi terpilih menjadi Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Damar. Ia terpilih melalui Rapat Umum Anggota (RUA) Perkumpulan Damar pada Rabu, 2 Desember 2020.

Dalam kesempatan itu, Ana mengatakan, ia akan fokus pada untuk merangkul perempuan muda. Hal itu merespon peluang adanya bonus demografi sehingga lebih banyak generasi yang sadar sosial khusus pada isu perempuan.

Ia berharap akan ada lebih banyak lagi generasi yang terbuka dan peduli dengan isu pemenuhan hak dasar perempuan. Hak dasar yang dimaksud antara lain perempuan dan politik, perempuan dan hukum, perempuan dan ekonomi, perempuan dan kesehatan, serta perempuan dan pendidikan.

"Harapannya kedepan lebih banyak perempuan muda yang aktif pada gerakan sosial dan kemanusiaan terkhusus isu perempuan," ungkapnya.

Mantan Ketua Korps PMII Putri Lampung itu juga menambahkan, Lembaga Advokasi Perempuan Damar sedang fokus pada advokasi mengakhiri budaya perkawinan anak. Hal itu dilakukan dengan mengorganisir generasi muda untuk membangun perspektif dan kesadaran kritis.

"Membangun kesadaran berorganisasi yang dapat dijadikan ruang aman perempuan, membangun kemandirian ekonomi perempuan muda agar memiliki posisi tawar dan dapat bersuara untuk pemenuhan kebutuhan dirinya baik kesehatan, akses, serta politik," ungkap dia. 

Selain Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Perempuan, RUA ke 4 itu juga memilih sejumlah pimpinan organisasi yang berada di bawah naungan Damar. Antara lain Ikram sebagai Ketua DPP Damar, Sely Fitriani sebagai Direktur Eksekutif Lada, serta Siti Noor Laila sebagai Direktur Eksekutif Institut Pengembangan Organisasi dan Riset (IPOR). 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait