#korupsi#benihjagung

Terpidana Korupsi Jagung Imam Mashuri Ajukan PK 

Terpidana Korupsi Jagung Imam Mashuri Ajukan PK 
Ilustrasi jagung hibrida diunduh Senin, 25 Juli 2022. (Foto: Istimewa)


Bandar Lampung (Lampost.co) --  Terpidana korupsi benih jagung, Imam Mashuri, mengajukan peninjauan kembali(PK) ke Mahkamah Agung (MA). PK itu diajukan pada 25 Juli 2022.

"Ya benar, mengajukan PK," ujar Humas PN Kelas IA Tanjungkarang, Hendri Irawan, melalui telepon, Senin, 25 Juli 2022. 

Menurutnya, sidang pemeriksaan kelengkapan berkas PK, akan dilakukan di PN Tanjungkarang. Jika berkas dinyatakan lengkap, akan dikirimkan ke MA.

"Di sini nanti terkait kelengkapan berkas," katanya.

Diberitakan sebelumnya, terpidana korupsi benih jagung Pemprov Lampung yakni Eks Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung Edi Yanto mengajukan PK. Kini, berkas PK Edi Yanto telah dikirimkan ke Mahkamah Agung.

Dalam sidang di PN Tipikor Tanjungkarang, pada 10 Februari 2022, Majelis Hakim Hendro Wicaksono, menjatuhkan vonis lima tahun dan empat bulan terhadap Mantan Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung Edi Yanto. Ia juga dijatuhi denda denda Rp500 juta subsider dua bulan penjara.

Sementara, Direktur PT Dempo Agro Pratama Inti,  Imam Mashuri divonis tujuh tahun dan denda Rp500 juta subsider dua bulan penjara. Ia juga dijatuhi pidana membayar uang pengganti Rp7.570.291.052,58 (Rp7,5 miliar), apabila sebulan setelah inkrah tidak membayar maka harta bendanya disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Dengan ketentuan apabila terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi, maka dipidana dengan pidana penjara selama  tiga bulan.

Baca juga: Dua Terdakwa Korupsi Benih Jagung pada 2017 Dituntut Berbeda

Perkara ini bermula saat Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Provinsi Lampung mendapatkan bantuan pengadaan jagung dari Kementerian Pertanian, dengan besaran Rp145,6 miliar untuk ditanami jagung dengan luasan lahan 189.720 hektare.

Kemudian, pada awal 2017, terdakwa Edi Yanto memerintahkan pejabat pembuat komitmen (PPK) Herlin Retnowati (meninggal pada proses penyidikan), agar  pengadaan jagung hibrida Balitbangtan diberikan kepada terdakwa terdakwa Imam Mashuri selaku Direktur PT Dempo Agro Pratama Inti.

Padahal, perusahaan tersebut tidak tercantum dalam long list (daftar panjang perusahaan) Perusahaan Produsen/Distributor Benih Jagung Hibrida di Provinsi Lampung Tahun 2017 dari UPTD balai pengawasan dan sertifikasi benih ( BPSBTPH) Provinsi Lampung. PT Dempo merupakan perusahaan yang memiliki kualifikasi pengadaan benih padi, bukan jagung.

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait