#terorisme#BakuTembakMabesPolri

Terorisme Sasar Generasi Muda, Orang Tua Diminta Serius Awasi Anak

Terorisme Sasar Generasi Muda, Orang Tua Diminta Serius Awasi Anak
Ilustrasi Medcom.id.


Jakarta (Lampost.co) -- Para orang tua diminta serius mengawasi anaknya. Sebab, aksi terorisme akhir-akhir ini melibatkan anak muda.

Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (Lakip) mencatat 52 persen responden pelajar setuju dengan aksi radikalisme. Ini menjadi peringatan serius bagi para orang tua.

"Ini menjadi warning bagi para orang tua untuk mengawasi anak-anak jangan sampai terpapar radikalisme dan terorisme," kata Ketua Umum Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri, Evita Nursanty, dalam keterangan tertulis, Kamis, 1 April 2021.

Evita juga menyitat penelitian Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (PPIM UIN). Penelitian itu menunjukkan radikalisme di lingkungan pendidikan sudah berkembang ke arah yang harus diwaspadai secara serius.

"Apalagi ditemukan sebanyak 23 persen guru dan dosen memiliki opini yang radikal. Di antaranya 8,4 persen sudah diwujudkan dalam aksi-aksi radikal," kata dia.

Evita berharap penyebaran radikalisme di lingkungan pendidikan bisa ditekan. Apalagi, media sosial memungkinkan informasi beredar dengan sangat cepat.

"Kita memang sangat membutuhkan pembangunan ekonomi dan infrastruktur tapi jangan lupa membangun suprastruktur," tegas anggota Komisi VI DPR itu.

Orang tua, kata Evita, perlu mencermati ciri-ciri orang yang terpapar paham radikal. Yakni, menutup diri dan menghabiskan waktu dengan komunitas yang dirahasiakan.

"Kemudian merasa diri paling benar, mengajarkan kekerasan, kebencian, dan intoleransi," ujar Evita.

Sejumlah aksi terorisme kembali menjadi momok di Tanah Air. Pertama, bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu, 26 Maret 2021, yang dilakukan sepasang suami istri muda. Kejadian itu mengakibatkan 20 orang mengalami luka berat dan ringan.

Teranyar, baku tembak terjadi di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Suara tembakan mulai terdengar sekitar pukul 16.30 WIB pada Rabu, 31 Maret 2021.

Berdasarkan hasil forensik, pelaku seorang perempuan berinisial ZA, 25. ZA terpapar ideologi radikal kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
 

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait