#utang

Terlilit Utang Rp65 Juta, Ibu 4 Anak Niat Jual Ginjal

Terlilit Utang Rp65 Juta, Ibu 4 Anak Niat Jual Ginjal
Ilustrasi ginjal. Robina Weermeijer/Unsplash.com)


Tangerang (Lampost.co) -- Mila Kusuma (41), warga Kampung Rawa Lini, Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten, berniat menjual ginjalnya. Pasalnya, ibu dari empat anak yang berstatus janda itu terjerat utang Rp65 juta.

"Jika memang ini jalannya (jual ginjal) buat bisa bayar utang saya, saya ikhlas. Karena tidak ada lagi yang bisa saya jual," ujarnya, Kamis, 30 Desember 2021. 

Mila mengaku jika utangnya itu menumpuk setelah suaminya meninggal sejak lima tahun lalu. Dia mengaku ketika ditinggal suaminya ia tidak memiliki tabungan, bahkan sejak saat itu mempunyai beberapa utang.

Baca juga: Ada Organ Tubuh Baru di Dalam Tubuh Manusia?

"Waktu itu masih punya cicilan angsuran motor dan juga punya utang mingguan. Jadi ditinggal suami saya enggak punya tabungan," jelasnya.

Mila menuturkan, penghasilan saat ini sebagai buruh cuci dan gosok tidak bisa mengurangi utangnya. Dia mengungkap, penghasilannya itu hanya mencukupi kebutuhan sehari-harinya. 

"Sehari saya dibayar Rp50 ribu. Dengan uang segitu, saya hanya bisa buat makan sehari-hari, tidak bisa buat bayar utang. Saya pernah berdagang sebentar tapi bangkrut," jelasnya. 

Mila mengaku total Rp65 juta utangnya itu merupakan tunggakan gabungan dari beberapa peminjam selama lima tahun lalu.

"Itu (utang) gabungan dari bank harian, mingguan, hingga satu pinjaman online, total ada sekitar 14, semua kurang lebih Rp65 juta," ucap dia. 

Mila mengaku bank keliling selalu mendatangi rumahnya untuk menagih utang mulai dari dengan cara bersahabat hingga mengancam. 

"Bank keliling yang harian tidak mau mengerti. Mereka tiap hari tunggu di rumah, kadang ada yang sopan ada yang galak," ungkapnya.

Keinginannya untuk menjual ginjal pun ditentang anak-anaknya. Namun, Mila berusaha menjelaskan permasalahannya karena sulit untuk membayar utang.

"Ya anak-anak tidak mengizinkan, tapi kembali lagi saya kasih penjelasan, enggak bisa bayar. Saya hidup pun enggak nyaman, saya pergi pagi pulang malam," jelasnya.

Mila menambahkan saat ini di rumahnya tidak ada lagi perabotan berharga yang dimiliki. Bahkan, barang anaknya pun turut dijual untuk menambal utangnya.

"Jual motor, kulkas pendingin minuman, kulkas kredit belum lunas saya jual. Terus jual emas anak pertama saya 10 gram. Itu emas kawin anak saya. Pinjam emas tetangga, terus terakhir kemarin anak saya jual telepon selularnya," bebernya.

Hati Mila teguh untuk menjual ginjalnya itu. Saat ini, berbagai upaya dilakukannya agar bisa menutupi utangnya, namun belum ada yang membuahkan hasil. 

"Bahkan saya melampirkan surat untuk meminta bantuan ke DKM masjid setempat dan minta ke Lurah serta Polsek sebagai warga tidak mampu. Ini cari solusi dan bantuan," tutupnya.

 

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait