#pencurian#gadai#bpkb

Terlilit Utang, Pria di Lamteng Curi Ponsel dan Gadai BPKB Tetangga

Terlilit Utang, Pria di Lamteng Curi Ponsel dan Gadai BPKB Tetangga
Pelaku saat diamankan di Mapolres Lamteng. Dok Polres


Gunungsugih (Lampost.co) -- Polres Lampung Tengah (Lamteng) menangkap Pemo (36), warga Kampung Sritejo Kencono, Kecamatan Kotagajah yang sempat buron usai mencuri di rumah tetangganya sendiri, yakni Tohari (47) pada Desember 2021 lalu.


Pelaku mencuri sebuah ponsel milik korban, serta dua buah Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) sepeda motor yang kemudian dijaminkan pelaku ke sebuah lembaga gadai dan koperasi.

Kapolres Lamteng, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya menceritakan, identitas pelaku terbongkar saat pihak leasing mengubungi korban sebagai pemilik kendaraan lantaran iuran gadai tersebut tak sekal pun ditunaikan. .

"Pelaku yang sempat buron itu kami tangkap ketika sedang mengobrol bersama rekannya di Kampung Sritejo Kencono pada Selasa, 24 Mei 2022, kemarin, tanpa perlawanan," kata Kapolres, Rabu, 25 Mei 2022.

Baca: DPO Pencuri Laptop di Lamteng Ditangkap

 

Secara lebih detail, Kapolres menjelaskan bahwa pada Desember 2021, pelaku yang juga ikut bekerja dengan korban bertamu dan ditinggal korban karena ada keperluan mendadak. 

"Melihat kesempatan tersebut, pelaku masuk ke dalam rumah dan mengambil dua buah BPKB sepeda motor merek  Yamaha Byson dan Honda Supra X 125. Tidak hanya itu, ponsel milik anak korban juga dicuri pelaku," kata dia.

Setelah itu, korban pamit. Sementara anak korban yang kehilangan ponsel tak sedikit pun mencurigai pelaku karena diangap sudah memiliki hubungan dekat dengan keluarganya.

"Dua hari kemudian, pelaku kembali datang ke rumah korban untuk meminjam sepeda motor Yamaha Byson dengan alasan untuk membeli obat. Karena dekat dan tak ada rasa curiga, akhirnya korban meminjamkan sepeda motor tersebut. Ternyata sepeda motor berikut BPKB milik korban yang telah dicuri itu dibawa ke Kantor FIF Kotagajah untuk dijaminkan sebesar Rp3 juta. Setelah itu pelaku mengembalikan sepeda motor tersebut ke rumah korban," imbuh Kapolres.

Kapolres melanjutnya, pada tiga hari berikutnya, pelaku kembali datang ke rumah korban untuk meminjam sepeda motor Honda Supra X 125 dengan alasan yang sama. Lagi-lagi korban percaya dan meminjamkan sepeda motor miliknya kepada pelaku.

‘"Ia kembali menjaminkan sepeda motor tersebut berikut BPKB ke Kantor Koperasi Sehati Kotagajah sebesar Rp4 juta," terangnya.

"Saat diperiksa, pelaku mengakui semua perbuatannya dan karena kepepet dan terlilit utang,’’sambung Kapolres. 

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait