#BANDARLAMPUNG

Terlalu Banyak Mata Pelajaran Menurunkan Literasi Siswa

Terlalu Banyak Mata Pelajaran Menurunkan Literasi Siswa
Ilustrasi. Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengamat pendidikan dari Universitas Lampung (Unila) M Thoha B Sampurna Jaya menilai, banyaknya beban mata pelajaran dapat menjadi penyebab menurunnya literasi siswa.

"Terlalu banyaknya mata pelajaran khususnya di jenjang SD menjadi salah satu penyebab menurunnya literasi siswa," ujar M Thoha, Selasa, 06 Desember 2022.

Selain itu juga terdapat penyebab lainnya yang mempengaruhi literasi siswa, seperti rendahnya kompetensi guru dan rendahnya kreatifitas guru dalam proses pembelajaran.

"Maka baiknya tumbuh kembangkan kreatifitas siswa, proses pembelajaran dengan pendekatan scientific approach, model Pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) dapat mengatasi penurunan literasi siswa tersebut," kata dia.

Kasi Kelembagaan Pendidikan Dasar, Disdikbud Bandar Lampung, Mulyadi mengatakan dalam upaya meningkatkan literasi siswa, setiap sekolah telah menyediakan sudut baca sebagai media pembelajaran siswa.

"Sebagian besar sekolah juga sudah memiliki perpustakaan, Dinas sifatnya memberikan bimbingan terhadap pustakawan, menugaskan guru untuk ikut kegiatan yang berhubungan dengan perpustakaan," kata Mulyadi.

Disdikbud setempat pun selalu mensupport upaya sekolah untuk pengadaan buku yang berhubungan dengan perpustakaan melalui dana BOS.

Sementara terkait upaya sekolah dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa, dengan mengajak peserta didik untuk aktif membaca, melalui berbagai media yang telah disediakan oleh sekolah.

"Kami ajak anak aktif membaca ketika diruang perpustakaan, biarkan siswa bereksplor tentang minat mereka terhadap buku. Biasanya tiap siswa minat bacaannya berbeda itu tidak masalah tetap kami dukung, asalkan dia mau aktif membaca agar kemampuan literasinya meningkat," kata Kepala SDN 1 Rawa Laut, Dentiana.

Menurutnya kemampuan siswa bergantung pada pendekatan orang tua terhadap anak, sebab ketika dirumah pengawasan orangtua harus lebih intens dalam menumbuhkan tingkat literasi.

"Biasanya ada juga orangtua yang aktif mengajarkan anak ketika dirumah, mulai dari membaca, berhitung dan lain-lain. Bahkan itu sudah dipersiapkan ketika sebelum masuk Jenjang pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK), jadi memang pengaruh orangtua sangat besar juga untuk meningkatkan literasi terhadap anak," katanya.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait