#korupsi#Jagung

Terjerat Korupsi, Edi Yanto Mengundurkan Diri

Terjerat Korupsi, Edi Yanto Mengundurkan Diri
Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Provinsi Lampung, Edi Yanto. Lampost/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tersangka kasus korupsi benih jagung, Edi Yanto, mundur dari jabatannya sebagai Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Provinsi Lampung. Hal tersebut merupakan kelanjutan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung yang telah menetapkan tersangka korupsi pengadaan bantuan benih jagung pada Direktorat Jendral Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI yang dialokasikan untuk Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2017.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan bahwa dirinya sangat prihatin mengetahui informasi tersebut. Tetapi apapun bentuknya hal ini sudah menjadi kenyataan bahwa Edi Yanto menjadi tersangka. Arinal juga mengatakan Edi Yanto sudah mengakui bahwa ia melakukan kesalahan tersebut.

Baca juga: Dua ASN dan Satu Rekanan Jadi Tersangka Korupsi Benih Jagung

"Beliau (Edi Yanto) sudah mengajukan surat pengunduran dirinya sebagai Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan. Saya merasa sungguh kehilangan dan prihatin," kata Arinal di Balai Kratun Kantor Gubernur Lampung, Senin, 5 April 2021.

Ia juga menegaskan bahwa peristiwa tersebut sudah terjadi pada tahun-tahun sebelum dirinya menjabat sebagai Gubernur Lampung. Kemudian ia menceritakan bahwa Edi Yanto mengatakan bahwa kejadian tersebut ketika pelaksana atau penanggungjawab pengadaan tersebut sedang menunaikan ibadah ke tanah suci, sementara jadwal waktunya sudah sangat mepet, sehingga Edi Yanto menandatanganinya.

"Kemudian saya juga meminta kepada Sekda untuk segera menunjuk Plt atau bisa saja langsung Definitif untuk posisi Asisten II. Saya gak mau kekosongan terjadi, hilang satu tumbuh seribu," katanya. 

Sebelumnya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung menetapkan tiga orang sebagai tersangka korupsi benih jagung tersebut. Dari ketiga tersangka dua merupakan ASN Pemprov Lampung, dan satu rekanan. Dalam perkara ini Kejaksaan Tinggi Lampung menetapkan sebagai tersangka yaitu, EY, HRR (ASN), dan IMA (rekanan).

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait