#wabahcorona#viruscorona#beritalampung#bansos

Terdampak Covid-19, Ratusan KPM di Tanjungjaya Terima BLT Kemensos

( kata)
Terdampak Covid-19, Ratusan KPM di Tanjungjaya Terima BLT Kemensos
Warga penerima bantuan sosial dari Kemensos. Lampost.co/Armansyah

Kalianda (Lampost.co): Ratusan keluarga penerima manfaat (KPM) terdampak pandemi Covid-19 di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, telah mendapatkan bantuan bantuan langsung tunai (BLT) dari Kemensos. Warga setempat dipastikan terima tanpa potongan dari manapun.

Kepala Desa Tanjungjaya, Susanto melalui Kasi Kesejahteraan Desa Tanjungjaya, Suhardin mengatakan setidaknya ada 266 KK warga terdampak pandemi virus Covid-19 di desa setempat telah menerima BLT Kemensos. Dimana, BLT Kemensos itu dicairkan sebanyak tiga tahap di Kantor Pos Palas.

"Alhamdulillah, BLT Kemensos sudah diterima oleh masyarakat kami. Semua sudah diterima langsung oleh penerima. Kami pastikan tidak ada potongan dari pihak manapun, termasuk aparat desa," kata dia, Rabu, 3 Juni 2020.

Dia mengatakan dalam pencairan BLT Kemensos telah ditemukan data penerima double sebanyak 22 KPM. Sehingga, dana BLT Kemensos tidak bisa dicairkan dan kembalikan ke pemerintah pusat.

"Pada pencairan tahap kedua, kami menemukan 22 KPM yang datanya double sehingga tidak bisa dicairkan dam dikembalikan ke pemerintah pusat. Sekarang tinggal menunggu proses pencairan BLT dana desa," ujarnya.

Selain itu, kata Suhardin, sebanyak 171 KPM di Desa Tanjungjaya menerima bantuan program PKH dan sembako, BLT APBD 10 KPM, BLT Dana Desa 34 KPM, perluasan BPNT 107 KPM dan bantuan pangan dari kabupaten 100 KK.

"Sebelum penyaluran kami verifikasi dan validasi bagi masyarakat yang menerima. Sehingga, tidak tumpang tindih sesuai anjuran pemerintah," kata dia.

Sementara itu, Ismail (34) warga desa setempat mengatakan dirinya bersyukur adanya bantuan BLT Kemensos tersebut. Sebab, ia mengaku ikut terdampak dari penyebaran virus Covid-19.

"Di tengah pandemi Covid-19 ini sangat sulit cari kerjaan. Keseharian saya hanya serabutan sehingga sulit mendapatkan penghasilan untuk Sehari-hari," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar