#viruscorona#beritapringsewu#transportasi

Terdampak Covid-19, Jumlah Penumpang Travel Menurun

( kata)
Terdampak Covid-19, Jumlah Penumpang <i>Travel</i> Menurun
Salah satu loket armada travel di Pringsewu. Lampost.co/Widodo


Pringsewu (Lampost.co): Sektor ekonomi sangat terdampak termasuk dunia transportasi akibat pandemi Covid-19. Namun,demi menghidupi keluarga dan perusahaan, kegiatan ekonomi khususnya di bidang transportasi tetap berjalan dengan menaati penerapan protokol kesehatan.

Salah satu usaha yang bergerak di jasa transportasi adalah PT Assalam Pringsewu yang tetap melayani penumpang di tengah wabah Covid-19 yang masih merebak.

Anto, salah satu pengelola travel dari PT Assalam, mengatakan untukpara sopir dan calon penumpang juga harus diwajibkan menggunakan masker. Bahkan pihaknya menerapkan dalam satu kendaraan hanya bisa memuat lima orang penumpang dengan rincian depan satu orang, tengah 2 orang dan belakang 2 orang.  

"Dalam kondisi new normal, ongkos ke Jakarta setiap penumpang ditarik Rp350 ribu/orang. Saat ini jumlah armada yang dioperasionalkan sebanyak 8 unit," ujarnya, Rabu, 30 September 2020.

Menurutnya sesudah pulang dari mengangkut penumoag, mobil langsung dibersihkan untuk penyebaran virus korona.

Hal yang sama juga dilakukan Mandiri Travel Pringsewu. Meskipun kondisi penumpang sepi, tetapi aktivitas transportasi harus tetap berjalan.

Dian, salah satu operator Mandiri Travel menjelaskan kondisi penumpang pada bulan-bulan ini sepi. "Memang kami tetap jalan meskipun tidak normal seperti biasa," kata dia.

Dia menjelaskan untuk aktivitas semua sopir tetap menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Saat ini, kata Dian, kapasitas penumpang dibatasi tidak seperti saat kondisi normal.

Pihaknya juga memerintahkan seluruh kendaraan usai mengangkut penumpang langsung dicuci dan dibersihkan dengan harapan agar terhindar dari penularan Covid-19.

Dian mengatakan Mandiri Travel melayani beberapa jurusan seperti Jakarta, Bakauheni, dan Palembang. Sementara untuk tarif lebih mahal 28 persen dari tarif normal karena kapasitas penumpang dikurangi.

"Contohnya untuk tarif Pringsewu--Bakauheni yang saat normal hanya Rp50 ribu/orang, sekarang menjadi Rp75 ribu/ orang," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait