#kpk#unila

Terdakwa PMB Unila Sempat Tahan Uang Suap Karena Ketahuan

Terdakwa PMB Unila Sempat Tahan Uang Suap Karena Ketahuan
Saksi Fajar Pramukti Putra dan dua orang lainnya saat sidang di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Selasa, 24 Januari 2023. Lampost.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) – Jaksa dari KPK menghadirkan sejumlah saksi dalam kasus suap penerimaan mahasiswa baru (PMB) jalur mandiri Unila di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Selasa, 24 Januari 2023.

Dalam persidangan itu, terungkap terdakwa M Basri sempat menahan uang suap selama 1x24 jam. Hal itu dilakukan karena aksi curang tersebut sempat ketahuan karena nilai mahasiswa titipan di bawah rata-rata.

Hal tersebut terungkap saat jaksa memutarkan rekaman percakapan telepon antara terdakwa M Basri dengan saksi Fajar Pramukti Putra, yang bertugas sebagai honorer Unila.

Berikut isi percakapan yang diputar jaksa:

M Basri: Jar, lo (kamu) ambil dulu duit yang di gua (saya) ini

Fajar: Nanti aja om, marah dia ini kalo dibalikin nanti sakit hati dia sama kita

M Basri: Iya bawa di elu dulu jangan di gua uangnya, lu pegang dulu sama elu uangnya

Fajar: Emang Pak Rektor bilang apa?

M Basri: Iya maksud dia (Rektor) dianulir dulu mahasiswanya, nanti kalo udah clear baru lu kasih gua lagi. Jadi lu pegang lagi duitnya ini

Atas rekaman tersebut, jaksa bertanya kepada saksi Fajar terkait percakapan tersebut. Saksi menjelaskan percakapan itu terkait terdakwa Basri yang meminta uang suap untuk ditahan karena nilai mahasiswa titipan tidak masuk standar. Terlebih, informasi tersebut sempat viral.

"Uang itu Rp325 juta karena ada masalah nilai viral itu uangnya ditahan sehari, besok sorenya baru saya kasih ke Pak Basri karena sudah aman. Soalnya masalahnya sudah clear dan orang tua dari mahasiswa titipan sudah bertemu dengan Rektor," ujar saksi Fajar.

Setelah menyetorkan uang tersebut, saksi mengaku diberi uang Rp2 juta dari dompet terdakwa Basri. Untuk itu di membantah uang tersebut sebagai komisi.

"Saya dikasih Rp2 juta nggak tahu untuk apa, tapi itu dari dompet pribadi pak Basri," ujarnya.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait