#korupsi#hukum#beritalampung

Terdakwa Korupsi Pasar Cendrawasih Mengaku Tak Terima Uang

Terdakwa Korupsi Pasar Cendrawasih Mengaku Tak Terima Uang
Sidang lanjutan perkara tersebut di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu, 2 September 2021. Lampost.co/Asrul


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Terdakwa korupsi rehabilitasi pasar Cendrawasih Metro, Pansuri, mengaku tak menerima uang dari hasil korupsi yang merugikan negara hingga Rp481 juta.

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan perkara tersebut di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu, 2 September 2021.

Terdakwa Pansuri menjadi terdakwa dengan peran sebagai pejabat pembuat komitmen dalam proyek senilai Rp3,71 miliar tersebut.

"Cuma dapat honor PPK, kalau dari Suyitno (pekerja proyek), alhamdulillah tidak ada," ujar Pansuri.

Selain itu, Pansuri mengaku tak memiliki sertifikasi pengadaan barang dan jasa sehingga tak memiliki kecakapan dalam pengadaan proyek. Namun, tanggung jawab tersebut diambilnya karena dipaksa Kepala Dinas Perdagangan Kota Metro, Leo Hutabarat agar menjadi PPK.

"Saya dipanggil kepala dinas, diminta tolong jadi PPK. Saya bilang tidak mampu, tetapi beliau memohon untuk menolongnya karena dia banyak kerjaan. Akhirnya saya terima," katanya.

Dalam persidangan itu terungkap proyek tersebut dikerjakan PT Haberka Mitra Persada. Proyek tersebut milik Aan alias Hendri yang telah meninggal. Aan meminjam perusahaan milik Hermen untuk memenangkan proyek tersebut.

Hakim Edi Purbanus turut menanyakan pertemuan dan kedatangan Aan yang menemui Kepala Dinas Leo Hutabarat.

"Saya lupa tapi itu pada 2018 awal, tujuannya saya juga enggak tahu. Saya ketemu juga sama pihak-pihak (Alm Aan, Hermen) saat di ruangan kadis. Saat itu tanda tangan kontrak, habis itu saya keluar," katanya.

Pansuri berdalih tak mengetahui secara spesifik soal merek eskalator yang dipasang dan tidak sesuai dengan perjanjian kontrak.

"Waktu itu ditelpon Suyitno malam-malam eskalator sudah dateng mau dipasang. Saya kaget, kok tiba-tiba ada dan tidak ada koordinasi dengan saya," katanya.

Untuk itu, dia pun tidak mengetahui terkait spesifikasi eskalator tersebut. Ia hanya mendapat arahan mendadak dari almarhum Aan untuk memasangkan eskalator tersebut.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait