#Korupsi#penggelapanpajak

Terdakwa Korupsi Minerba Sebut Hanya Terima Rp70 Juta

Terdakwa Korupsi Minerba Sebut Hanya Terima Rp70 Juta
Sidang pembacaab duplik kasus penggelapan pajak mineral bukan logam (Minerba) Pemkab Lampung Selatan.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sidang kasus penggelapan pajak mineral bukan logam (Minerba) Pemkab Lampung Selatan dengan agenda duplik dari terdakwa Yuyun Maya Saphira, digelar secara daring pada Selasa, 6 Juli 2021.

Dalam duplik yang dibacakan kuasa hukum Yuyun, Sukriadi Siregar membahas beberapa poin. Di antaranya mempertanyakan jumlah saksi yang dimasukkan ke dalam tuntutan. Dalam jalannya persidangan, total ada 29 dari pihak perusahaan tambang hingga ASN di Pemkab Setempat, dan Pemprov Lampung, namun hanya 19 saksi yang masuk ke dalam tuntutan JPU.

Baca juga: Korupsi Pajak Minerba, Empat Terdakwa Dituntut Hukuman Berbeda

"Buat apa 29 Saksi kalau enggak masuk semua, baru ini ada peradilan seperti ini, selama saya sidang," ujar Sukri.

Kemudian adanya keterangan yang tak sesuai dari terdakwa lainnya. Tiga terdakwa memberi keterangan tak sesusai fakta persidangan, dan membebankan semua penerimaan wajib pajak ke yang tidak disetorkan ke kas daerah Pemkab ke Yuyun. Padahal terdakwa lainnya juga terlibat dan menikmati. Tidak ada saksi yang melihat, jika seluruh uang tersebut diterima Yuyun.

"Dalam persidangan Yuyun hanya menerima Rp70 juta, kenapa tuntutan uang pengganti merugikan Rp2,26 miliar," paparnya.

Sementara Majelis Hakim PN Tipikor Tanjungkarang Masriyati mengatakan, sidang vonis para terdakwa, dilangsungkan pada Kamis, 8 Juli 2021.

"Sidang vonis Kamis," katanya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yudhi Setiawan, menyatakan Yuyun bersalah melanggar Pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang Nomor. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dengan Undang  Undang Nomor. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Terdakwa tidak menyetorkan pajak ke kas daerah dari wajib pajak baik perusahaan, maupun perorangan yakni, PT Batu Jaya Tarahan, PT Berlian Mixindo, PT Bangun Lampung, Jaya, PT Aneka Bumi Sumer Jaya, dan perorangan milik Samsul.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait