#Korupsi#dak

Terdakwa Korupsi Disdik Tuba Minta Lima Saksi Dijadikan Tersangka

Terdakwa Korupsi Disdik Tuba Minta Lima Saksi Dijadikan Tersangka
Kuasa hukum terdakwa korupsi Disdik Tulangbawang Guntur Abdul Naser, Al Hajar. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Al Hajar, kuasa hukum Guntur Abdul Nasser, terdakwa korupsi di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tulangbawang (Tuba) mempertanyakan kinerja penyidikan Kejaksaan Negeri (Kejari). Menurutnya, tindak pidana korupsi yang merugikan negara hingga Rp3,6 miliar itu diduga tak hanya dilakukan kliennya selaku pemungut uang fee Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019.

Dia menyebut ada lima orang lain berinisial R,N,A, HM, dan HN yang juga memungut fee dari para kepala sekolah.

"Sebagaimana surat saya kirim ke Kejaksaan Agung (Kejagung), saya sebutkan semua orang tukang nampung duit itu," ujar Al Hajar, Minggu, 13 Juni 2021.

Baca: Kronologi Korupsi Eks Kadisdik Tulangbawang dengan Kerugian Negara Rp3,6 Miliar

 

Ia meminta jaksa menangkap orang-orang tersebut dan menetapkan mereka sebagai tersangka.

"Harus diungkap semua, jangan hanya partial," paparnya.

Al Hajar menyebut nama-nama tersebut sudah dilaporkan ke Inspektorat Tulangbawang. Mereka berstatus aparatur sipil negara (ASN).

"Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) mereka tercantum sebagai saksi. Padahal mereka juga menerima (uang), kenapa hanya klien saya yang dijerat?" kata dia.

Sebelumnya diberitakan, dua tersangka korupsi di Disdik Tulangbawang tahun anggaran 2019 menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang.

Mereka adalah Eks Kepala Kadisdik Nasaruddin dan pengurus koperasi Bergerak Melayani Warga (BMW) Guntur Abdul Nasser yang merupakan pegawai di Dinas Pendidikan Tulangbawang.

Nasaruddin merugikan negara dalam korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun 2019 senilai Rp3,67 miliar.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ardhi Herliansyah menjelaskan, berdasarkan aplikasi SIMDA (Sistem Informasi Manajemen Daerah) pada tahun anggaran 2019, Dinas Pendidikan Kabupaten Tulangbawang mendapatkan DAK yang bersumber dari APBD sebesar Rp36.193.430.000, untuk dibagikan ke sebanyak 142 sekolah.

Ada pun rinciannya adalah SD Negeri sebanyak 75 sekolah dengan nilai Rp21.943.909.000, SD Swasta (11) senilai Rp1.585.000.000, SMP Negeri (41) sebesar Rp9.724.021.000, SMP Swasta (11) sebesar Rp.1.567.500.000,- dan sanggar kegiatan belajar atau TK untuk empat sekolah dengan nilai sebesar Rp1.373.000.000,-

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait