#beritalampung#beritabandarlampung#hukum

Terbukti Melakukan Suap PMB Unila, Andi Desfiandi Didenda Rp200 Juta

Terbukti Melakukan Suap PMB Unila, Andi Desfiandi Didenda Rp200 Juta
Jaksa KPK Agung Satrio Wibowo saat diwawancarai, Rabu, 4 Januari 2023. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co): Terdakwa suap penerimaan mahasiswa baru (PMB) Universitas Lampung Andi Desfiandi dituntut dua tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada sidang, Rabu, 4 Januari 2023. Terdakwa juga didenda Rp200 juta dengan subsider lima bulan penjara.

Jaksa KPK Agung Satrio Wibowo mengatakan, yang memberatkan terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah memberantas korupsi dan nepotisme.

"Yang meringankan terdakwa berperilaku baik selama menjalani persidangan dan mempunyai tanggungan keluarga serta belum pernah dihukum," katanya.

Terdakwa Andi Desfiandi terbukti melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf b Undang-Undang Nomor.31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

Menurut Agung, apapun yang disampaikan oleh kuasa hukum terdakwa di sidang pembelaan tentang suap karena tidak ada kesepakatan diawal itu hanya perbedaan persepsi.

"Nanti waktu reflik kami tanggapi, pada prinsipnya kami sudah menganalisa yuridis, sudah melakukan perbuatan korupsi. Terkait dengan akad perjanjian diawal itukan perbedaan persepsi," katanya.

Menurutnya, modus para pelaku korupsi di Indonesia baik Sabang sampai marauke sama aja. Tidak ada para pelaku menyebutkan uang tersebut suap untuk suatu kepentingan.

"Persepsi dia pemberi infak makanya saya tulis di tuntutan bahwa infak yang sebenarnya modus yang lazim. Dalam tindak pidana korupsi gak ada yang bilang ini suap, dari sabang sampai merauke," ujarnya.

Dimana Kuasa Hukum Terdakwa Andi Desfiandi, Ahmad Handoko mengatakan unsur pasal yang diterapkan JPU keliru. Menurut Handoko tidak terbukti adanya unsur suap dalam perkara tersebut.

Dimana tidak ada kesepakatan diawal untuk meluluskan atau tidak meluluskan mahasiswa titipan.

"Di fakta persidangan tidak ada satupun yang membuktikan adanya janji atau kehendak pak rektor untuk meluluskan atau tidak serta memberikan uang," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait