#banjir#beritalampung#bencanalam

Terancam Puso, Petani di Lamsel Diprediksi Merugi Ratusan Juta Rupiah

Terancam Puso, Petani di Lamsel Diprediksi Merugi Ratusan Juta Rupiah
Ratusan hektare sawah di Lamsel terendam banjir. Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Petani di Kecamatan Palas, Lampung Selatan, berpotensi mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Hal tersebut sebagai dampak banjir yang terjadi di 105 hektare sawah yang terancam puso dengan modal petani tiap hektare sebesar Rp3 juta hingga Rp3,5 juta.


Salah satu petani asal Desa Baliagung, Darsono, mengatakan tanaman padinya terendam banjir baru berumur berkisar 4 hari setelah tanam (HST). Dari itu, dia mengeluarkan modal berkisar Rp3 juta - Rp3,5 juta.

"Setiap satu hektare modalnya untuk biaya pengolahan lahan Rp1,4 juta, bibit pembenihan Rp320 ribu, biaya cabut dan tanam bibit Rp1,5 juta," kata Darsono, Kamis, 30 Desember 2021.

Made Sujane, petani asal Desa Baliagung, merasa tanaman padinya akan rusak akibat banjir. Akibatnya, ia bisa merugi hingga Rp3 juta per hektare.

"Saat ini kami melakukan pembibitan ulang di lahan daratan. Kalau tanaman padi saya rasa pasti rusak. Soalnya empat hari terendam dan umur padi juga masih sangat rentan rusak bila terendam banjir," kata dia.

Sementara itu, Plt Kepala UPTD Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPH-Bun) Kecamatan Palas, Tarmijan, mengatakan tanaman padi yang terendam banjir di Palas belum bisa didaftarkan ke dalam program asuransi pertanian.

"Palas di blakclist. Jadi, tanaman padi enggak bisa didaftarkan AUTP. Jika tanaman padi yang terendam banjir dinyatakan puso, maka nanti kami usulkan untuk bantuan cadangan benih daerah," kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait