#Bencana#Banjir#WayDadiBaru

Terancam Banjir, Masyarakat Waydadi Baru Desak Pemkot Bangun Drainase

Terancam Banjir, Masyarakat Waydadi Baru Desak Pemkot Bangun Drainase
Puluhan tokoh masyarakat Waydadi Baru saat meninjau gorong-gorong di wilayah setempat, Sabtu 23 Januari 2021. (Eka Setiawan/Lampost.co)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Masyarakat Waydadi baru sepakat mendesak Pemkot Bandar Lampung segera membangun drainase di lingkungan setempat. Hal ini guna mengatasi persoalan banjir yang kerap mengancam warga selama ini.

Kesepakatan itu terbentuk dalam rembuk puluhan tokoh masyarakat perwakilan dari seluruh RT, Kelurahan Waydadi Baru, Sukarame, Bandar Lampung. Musyawarah tersebut berlangsung di Masjid Al Fattah, Jalan Nusa Indah 5, Gang Family Jaya, Sabtu, 23 Januari 2020.

Pertemuan tersebut bertujuan merumuskan solusi jangka pendek, menengah, dan panjang atas persoalan banjir yang selalu menimpa masyarakat Waydadi Baru sejak dua tahun terakhir. Untuk solusi jangka pendek, warga bersepakat swadaya membuat gorong-gorong besar di simpang perempatan Jalan Nusa Indah 5 menuju Jalan M Hadi dan Jalan Rafflesia.

"Dengan adanya pembangunan gorong-gorong ini diharapkan mampu memperlancar saluran air sehingga tidak mandek. Warga juga akan dibuatkan surat agar memperbaiki drainase masing-masing agar tidak menyebabkan genangan," kata Dunan salahsatu tokoh masyarakat RT 14/LK 2.

Untuk jangka panjang, Suyanto, tokoh masyarakat lainnya meminta Pemkot dapat membangun jaringan drainase besar melalui lahan milik Suzuki. Tujuannya agar air dari hulu yakni Wayhalim, Jalan Ryacudu dapat cepat mengalir ke sungai. "Karena kami ini dataran rendah. Air pembuangan dari Wayhalim, Jalan Ryacudu masuk ke Waydadi Baru semua. Kalau jaringan drainase tidak ada tenggelam semua kami warga," tegasnya.

Sementara Ketua RT 03 Mono Suwarni meminta Pemkot untuk menutup gorong-gorong di Jalan Baypass. "Jadi arahkan saja ke sepanjang Baypass agar air muaranya ke laut. Kalau tidak diindahkan, kami warga akan menutup paksa gorong-gorong. Ya air diarahkan ke Waydadi Baru, sementara saluran drainase kecil dan tidak mengalir. Cuma muter-muter di lingkungan kami saja. Tenggelam kami," jelas Mono.

Warga lainnya, Teddy Huda menegaskan pembangunan drainase yang terintegrasi sudah sangat mendesak di Waydadi Baru. "Kami tidak menutut pembangunan jalan, gedung dan lainnya, drainase saja dulu karena ini yang langsung bersentuhan dengan kami warga Waydadi Baru. Kalau tidak juga diindahkan, kami warga terpaksa akan menutup gorong-gorong besar di samping Bagas Raya. Jangan arahkan air ke pemukiman kami kalau tidak mau membangun sistem drainase yang terintegrasi. Masterplan drainase harus jelas agar kami warga tak kebanjiran setiap hujan," tegas Teddy.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait