#BBM#SOLAR

Tepergok Cor BBM, Penimbun Solar di Lampung Dibekuk

Tepergok Cor BBM, Penimbun Solar di Lampung Dibekuk
Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat (Kasubbid Penmas) Bidang Humas Polda Lampung, AKBP Rahmad Hidayat, saat menggelar konferensi pers di Mapolda Lampung, Jumat, 2 September 2022. (Foto: Dokumentasi Polda Lampung)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung kembali membekuk empat pelaku yang diduga menimbun bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di wilayah hukumnya.

Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat (Kasubbid Penmas) bidang Humas Polda Lampung, AKBP Rahmad Hidayat, mengatakan keempat pelaku yakni DK, JF, AM, dan RJ. 

Para tersangka diamankan dengan barang bukti berupa tiga unit mobil, uang tunai berjumlah Rp6.200.000, dan BBM berjenis solar bersubsidi dengan total sekitar 2.000 liter.

"Ada tiga kendaraan diamankan, di mana di sana ada mobil panther BBM jenis solar ada 60 liter dan uang tunai sekitar Rp4,8 juta,"katanya di Mapolda Lampung, Jumat, 2 September 2022. 

Baca juga: Gudang Penimbunan Solar di Bandar Lampung Dibongkar

Sementara itu, Wakil Direktur (Wadir) AKBP Hamid Andri Soemantri mengatakan para tersangka diamankan di tempat berbeda.

"Sekitar pukul 07.00 WIB di SPBU, Desa Kaliasin, Kecamatan Tanjungbintang, Lampung Selatan, telah tertangkap tangan pelaku berinisial DK, sedang melakukan pengecoran bahan bakar minyak solar bersubsidi," ujar Hamid.

Dia menjelaskan caranya dengan cara pelaku menggunakan satu unit mobil Phanter yang sudah dimodifikasi bermuatan kira-kira 1.000 liter. Minyak solar bersubsidi tersebut akan diperjualbelikan kembali oleh pelaku kepada pengecer dengan keuntungan per liter sebesar Rp700.

"Selanjutnya sekitar pukul 08:00 WIB, tim mengamankan satu pelaku berinisial JF, di rumahnya di Desa Kaliasin, Kecamatan Tanjungbintang," kata Hamid.

Dia menerangkan dari pelaku dapat diamankan satu unit mobil L300 dalam boks mobil tersebut terdapat tanki modifikasi berkapasitas 3500 liter. Namun, saat dilakukan penangkapan mobil tersebut berisikan solar sebanyak 1200 liter.

"Dijual kembali oleh terduga pelaku kepada pengguna alat berat dengan harga periter Rp7.200," ujar dia.

Kemudian sekira pukul 10.30 WIB, tim kembali mendapatkan satu unit mobil kijang kapsul  yang mencurigakan, setelah dilakukan pengecekan diketahui dalam mobil tersebut terdapat boks tower air berkapasitas 1000 liter.  Namun, saat dilakukan penangkapan mobil tersebut berisikan solar sebanyak 700 liter.

"Dikemudikan oleh terduga pelaku benrusial AM, pelaku mendapatkan solar tersebut dan hasil membeli di SPBU dengan operator berinisial RJ yang akan diperjuaibelikan kepada pengecer dengan harga per liter sebesar enam ribu," kata dia.

Kemudian, satu unit mobil phanter berwarna merah berpelat BE 1311 ANC yang ditinggalkan oleh pengemudinya terduga pelaku berinisial N dari hasil pengecekan di dalam mobil tersebut terdapat kira-kira 600 liter. Sementara N masih dalam pengejaran.

Terhadap pelaku disangkakan Pasal 55 UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang migas dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda Rp60 miliar. 

 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait