#teknokrat#mahasiswa

Teknokrat Digugat 4 Mahasiswa

Teknokrat Digugat 4 Mahasiswa
LBH Bandar Lampung saat mendampingi mahasiswa yang terkena sanksi DO. Dok/Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sebanyak empat mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) yang terkena sanksi drop out (DO), menggugat keputusan rektor ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandar Lampung.

Direktur LBH Bandar Lampung, Chandra Muliwan mengatakan saat ini gugatan tersebut tengah berproses, dan sidang terakhir berlangsung pada Rabu, 23 Juni 2021.

Baca juga: Surati Teknokrat, LBH Minta Sanksi DO dan Skorsing Mahasiswa Dicabut

"Sidang masih tahap dismissal prosedur atau proses penelitian terhadap gugatan yang masuk di PTUN oleh ketua pengadilan. Yang menjadi objek gugatan tersebut adalah surat keputusan DO dan skorsing yang diterbitkan oleh Rektor Universitas Teknokrat," ujar Chandra melalui keterangan resminya, Kamis, 24 Juni 2021.

Gugatan tersebut terdaftar dengan nomor 23/G/2021/PTUN.BL, 24/G/2021/PTUN.BL, 25/G/2021/PTUN.BL, 26/G/2021/PTUN.BL, dilayangkan LBH Bandar Lampung sebagai kuasa dari empat mahasiswa teknik sipil yang diberikan sanksi DO dan skorsing pada 8 Juni 2021 kepada Rektor Universitas Teknokrat Indonesia melalui Pengadilan TUN Bandar Lampung.

"Gugatan tersebut adalah salah satu upaya hukum yang dilakukan empat mahasiswa tersebut, setelah upaya-upaya nonlitigasi dilakukan," katanya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait