#humaniora#teater#seni

Teater I Tampilkan Naskah Kursi-kursi

( kata)
Teater I Tampilkan Naskah Kursi-kursi
Teater I mempersembahkan Naskah berjudul Kursi -kursi garapan Sutradara Iswadi Pratama. Lampost.co/Zainuddin

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Teater I mempersembahkan Naskah berjudul Kursi -kursi garapan Sutradara Iswadi Pratama tersebut yang adaptasi dari karya Eugene Ionesco dengan judul asli The Chair diterjemahkan oleh Yudiariyani, di gedung Teater PKOR Way Halim. Pementasan tersebut nantinya akan ditampilkan pada Festival Teater Jakarta di Taman Ismail Marzuki pada 12 November mendatang.

Naskah ‘Kursi-Kursi’menceritakan tentang tokoh lelaki tua, seorang ilmuwan idealis, yang sudah tak diterima zaman. Dia ingin menyampaikan kebenaran. Dia bahkan meminta tolong kepada juru pidato untuk menyampaikan kepada khalayak, tapi sangat absurd.

Gambaran situasi absurd seperti sekarang ini juga menggambarkan siapapun yang ingin menyatakan kebenaran justru tak didengar.

Iswadi menceritakan, akar kesepian, eksistensi seperti kehilangan sumber-sumber nilai agama, kampung halaman, agama, budaya dan sumber nilai -nilai yang bermakna sudah di cabut maka akan kehilangan eksistensi diri hingga akhirnya putusnya rasa pada diri seseorang , sehingga seperti tidak punya garfitasi, maka hidupnya akan mengambang.

Naskah kursi-kursi yang pernah di pentaskan Toyama Jepang diajang Asian Direction Festival tahun 2017 itu menjadi salah satu naskah level dunia paling sulit ditaklukkan, bentuknya absurd, dengan alur cerita tidak linier banyak merujuk pada peristiwa besar dunia, sehingga penonton sedikit kesulitan untuk mengartikan alur cerita naskah tersebut.

"Kesulitan mmasyrakat sudah terbiasa dengan kisah linier , dengan teks tidak berambisi, kita ingin bagaimana pesan dari naskah ini sampai kepada penonton," kata Iswadi

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar