#tatamotors#otomotif#pertambangan

Tata Prima 2528 Jadi Armada Pengangkut Tambang di Maluku

Tata Prima 2528 Jadi Armada Pengangkut Tambang di Maluku
Foto: Dok/Tata Motors


JAKARTA (Lampost.co) -- Truk andalan dari PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) yakni Tata Prima mulai mendapat tempat di sektor pertambangan Indonesia. Hal ini terlihat dari digunakannya truk tersebut oleh PT Sumber Daya Arindo (SDA), anak perusahaan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) sebagai armada tambang nikel di Moronopo, kecamatan Kota MABA, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara.

Sebanyak 10 unit Tata Prima 2528 yang dipasok oleh PT Argasoka tersebut telah beroperasi dan ke-10 unit truk Tata Prima ini merupakan pasokan tahap pertama. PT Sumber Daya Arindo disebut mengoperasikan truk Tata Prima dengan tujuan mendukung kinerja dan efisiensi pada operasional pertambangan nikel di Moronopo.

Site Manager PT Sumber Daya Arindo, Anhar Ghulam Hidayatullah, menuturkan bahwa proyek Monoropo sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2005 hingga 2008. Setelah terbit peraturan Minerba pada Juli 2017, proyek ini aktif kembali. Menurut Anhar, perkiraan lifetime proyek Monoropo sepanjang 15 hingga 20 tahun dengan target produksi 150-200 ribu metric ton per bulan.

Truk Tata Prima menjadi pilihan karena spesifikasinya berada di atas rata-rata truk lainnya. Marketing Head TMDI, Wilda Bachtiar, mengungkapkan dalam proyek ini TMDI menjamin ketersediaan suku cadang, menyediakan staf ahli serta mekanik yang secara aktif siaga di site.

PT ANTAM Tbk sendiri adalah salah satu perusahaan pengelola tambang nikel terbesar di Indonesia. Di Halmahera, PT ANTAM Tbk memiliki beberapa tambang yang pengelolaannya didukung oleh beberapa anak perusahaan termasuk PT Sumber Daya Arindo.

EDITOR

Luchito Sangsoko

loading...




Komentar


Berita Terkait