Kenaikantarifbakauheni-merak

Tarif Penyeberangan Bakauheni-Merak Naik

Tarif Penyeberangan Bakauheni-Merak Naik
Foto. Aan Kridalaksono


KALIANDA (Lampost.co) -- Tarif angkutan penyeberangan Pelabuhan Merak-Bakauheni resmi naik pada Jumat, 1 Mei 2020, pukul 00.00 WIB.

Kenaikan tarif di tengah pandemi corona virus disease 2019 (Covid 19) tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: KM 92 Tahun 2020 dan Keputusan Direksi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Nomor: KD. 165/OP. 404/ASDP-2020 tentang Tarif tiket terpadu lintas antar provinsi pada pelabuhan penyeberangan di lingkungan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

“Iya benar naik. Ada penyesuaian tarif baru yang berlaku mulai tengah malam nanti. Tepatnya pukul 00.00 WIB, Jumat, 1 Mei 2020. Hanya besaran kenaikan tarif belum kami hitung," kata Humas PT ASDP Cabang Bakauheni, Saifulahil Maslul Harahap kepada Lampost.co, Kamis, 30 April 2020.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, besaran kenaikan tarif penyeberangan Merak - Bakauheni dan sebaliknya terbagi dalam beberapa jenis tarif. Untuk penumpang dewasa, tarif naik Rp4.500 dari Rp15 ribu menjadi Rp19.500 per orang.

Sementara itu, penumpang anak-anak naik dari Rp8.000 menjadi Rp10.000 per orang. Lalu kendaraan Golongan I (sepeda kayuh) naik dari Rp22.000 menjadi Rp23.500 per unit, dan kendaraan Gol. II (Sepeda motor) naik dari Rp51 ribu menjadi Rp54.500 dan kendaraan Gol. III (sepeda motor di atas 500cc) mengalami kenaikan tarif sebesar Rp2 ribu menjadi Rp116 ribu per unit.

Kemudian kendaraan Gol. IV penumpang naik dari Rp374 ribu menjadi Rp419 ribu dan Gol IV barang naik dari Rp326r menjadi Rp388r per unit. Kendaraan Gol. V penumpang naik dari Rp774 ribu menjadi Rp839 ribu dan Gol. IV barang dari Rp645 ribu menjadi Rp724 ribu per unit.

Kendaraan Gol. VI penumpang naik dari Rp1.301.000 menjadi Rp1.388.000 per unit dan Gol. VI penumpang dari Rp998 ribu menjadi Rp1.113.000 per unit. Sedangkan kendaraan Gol. VII naik dari Rp1.406.000 menjadi Rp1.615.000 dan Gol. VIII naik dari Rp2.080.000 menjadi Rp2.116.000 per unit. Sementara kendaraan Gol. IX naik dari Rp3.251.000 menjadi Rp3.361.000 per unit.

Menurut Saiful, penyesuaian tarif penyeberangan ini berlaku hanya untuk dermaga reguler. Kenaikan tarif ditengah anjloknya perekonomian masyarakat akibat covid 19, ia menyebut, hal ini merupakan kebijakan pemerintah pusat.

"Penyesuaian tarif ini juga akan diimbangi dengan peningkatan pelayanan walau saat ini hanya melayani penyeberangan kendaraan angkutan barang dan logistik," jelas Saiful.

Ia mengatakan, pihaknya telah mensosialisasikan penyesuaian tarif tersebut dengan memasang spanduk di sejumlah titik di area pelabuhan dan membagikan brosur kepada pengguna jasa penyeberangan.

Sementara itu, salah satu sopir angkutan barang di Pelabuhan Bakauheni Ali (40), menyayangkan kenaikan tarif dilakukan saat kondisi ekonomi lagi turun gegara wabah corona yang bersamaan menjelang Lebaran.

"Seharusnya kenaikan tarif itu jangan kondisi seperti ini. Pendapatan lagi anjlok gegara korona. Disisi lain, ada kebutuhan jelang lebaran ditambah dengan tarif kapal naik," kata Ali menggerutu.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait