koronacoronavirusRapidTest

Tarif Maksimal Rapid Test Rp150 Ribu

( kata)
Tarif Maksimal Rapid Test Rp150 Ribu
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung, Edwin Rusli. Deta Citrawan

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung meminta seluruh Rumah Sakit (RS) terutama swasta untuk menetapkan tarif rapid test paling tinggi Rp150 ribu. Hal itu sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Kemenkes RI terkait biaya untuk pelaksanaan rapid test secara mandiri.

Kepala Dinkes Kota Bandar Lampung Edwin Rusli, menekankan kepada seluruh pihak RS dapat melaksanakan apa yang telah diamanatkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kemenkes RI.

"Saya sudah sebarkan surat aturan Kemenkes, bahwa harga rapid test di RS maupun klinik harus Rp150 ribu. Tetapi mungkin akan dilakukan secara bertahap karena mereka (RS Swasta) membeli itu (rapid tes) sudah lama dengan harga Rp250 ribu bahkan lebih," ujarnya, Selasa, 14 Juli 2020.

Menurutnya, hampir seluruh RS Swasta di Kota Tapis Berseri masih memiliki stok alat rapid test. Sebagai pihak swasta tentunya tidak ingin mengalami kerugian yang signifikan. "Jadi tidak mungkin mereka mau rugi namanya RS swasta, hampir semua RS swasta stoknya masih banyak," ungkapnya.  

Sehingga sembari berjalannya waktu, tambahnya, dalam sepekan ini diharapkan seluruh RS Swasta dapat menyesuaikan harga pelaksanaan rapid test mandiri agar sesuai dengan aturan Kemenkes RI.

"Kita kasih waktu sampai satu minggu, setelah itu harus mengikuti sembari menyesuaikan harga sesuai aturan Kemenkes," pungkasnya.

EDITOR

Winarko

loading...

Berita Terkait

Komentar