#beritalampung#beritabandarlampung#hobi

Tarantula Bisa Jadi Koleksi yang Manarik dan Raup Cuan

Tarantula Bisa Jadi Koleksi yang Manarik dan Raup <i>Cuan</i>
Aldo Tan saat melakukan perawatan koleksi tarantulanya, Jumat, 18 November 2022. Lampost.co/Andi Apriadi


Bandar Lampung (Lampost.co): Mungkin sebagian orang mendengar nama hewan tarantula atau laba-laba berukuran besar akan takut. Apalagi sampai memegangnya. Sebab, tarantula dikenal hewan yang memiliki racun meski tidak mematikan bagi manusia.

Ditangan seorang pria warga Jalan Laksmana Malahayati, Pesawahan, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, hewan berkaki 4 ini justru dijadikan koleksi. Bahkan saat ini koleksi tarantula yang dipeliharanya sudah mencapai puluhan ekor.

Pencinta tarantula, Aldo Tan menceritakan ketertarikannya mengkoleski tarantula berawal dari pola hidup tarantula yang unik dan berbeda dengan hewan lainnya. Aldo hobi memelihara dan mengoleksi sejak 2011, saat ini koleksinya sudah mencapai puluhan.

"Sekarang sudah ada sekitar 20 jenis tarantula dewasa dari berbagai negara yang saya pelihara seperti dari Meksiko, Brasil, Amerika dan benua asia. Adanya juga yang dari Indonesia," ujarnya, Jumat, 18 November 2022.

Baca juga:  Lampung Ekspor 20 Ton Udang ke Inggris

Tak hanya memelihara, kini pria berusia 33 tahun juga telah mengembangbiakan berbagai macam tarantula. Dan saat ini jika ditotalkan jumlah keseluruhannya mencapai ratusan tarantula.

"Kalau untuk anakan tarantula ada banyak. Karena saya bukan hanya sekedar koleksi saja tapi saya mengembangbiakannya juga," tuturnya.

Aldo menuturkan, tarantula adalah hewan perliharan yang istimewa dan tidak bisa ditemukan pada hewan pelihara pada umumnya. Selain memiliki rambut kecil, tarantula juga memiliki warna yang cantik.

"Tarantula ini ada proses yang namanya mouting atau ganti kulit. Jadi semakin bertambah besar dan setiap hari berganti kulit akan semakin cantik warnanya," ungkapnya.

Menurutnya, memelihara tarantula tidaklah susah karena tidak perlu dimandikan dan diberikan obat atau vitamin khusus."Tarantula cukup dikasih makan serangga saja seperti jangkrik. Jadi tidak ada perawatan khusus gitu. Selain itu juga racun atau bisahnya tidak terlalu tinggi," kata dia.

Tak hanya mengkoleksi tarantula, pria keturunan Thionghoa ini juga memelihara dan mengembangbiakan kalajengking dan kelabang yang tersimpan rapih di dalam tupperware dan akuarium.

"Kalau koleksi kelabang dan kalajengking ini belum banyak benar, paling ada beberapa saja," paparnya.

Dia juga mengatakan, saat ini ia tergabung dengan komunitas Exotic Tarantula Enthusiast (Exte) Lampung, yang beranggotakan belasan orang. Dan dari komunitas ini juga ia bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah.

"Tarantula ini saya jual juga via online dan bisa juga melalui komunitas Exte. Untuk harga sendiri berkisaran mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu tergantung dari jenisnya," pungkasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait