#perikanan#nelayan#cuacaekstrem

Tangkapan Ikan Teri Medan di Pulau Pasaran Bandar Lampung Anjlok Imbas Cuaca Buruk

Tangkapan Ikan Teri Medan di Pulau Pasaran Bandar Lampung Anjlok Imbas Cuaca Buruk
Pekerja sedang menyiapkan teri medan untuk dikirim ke Jakarta. Lampost.co/ Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Produsen teri medan di Pulau Pasaran, Kecamatan Telukbetung Barat, Kota Bandar Lampung mengeluhkan minimnya hasil tangkapan seiring adanya cuaca ekstrem dan tingginya gelombang laut. 

"Biasanya bisa sampai dua ton per hari, tetapi sekarang 500 kg itu sudah bagus. Pengaruhnya dari ikannya yang jarang dan cuaca buruk," kata seorang produsen teri medan, Edi, Selasa, 15 Februari 2022.

Dia mengatakan meski harga teri medan saat ini cukup tinggi, namun konsumen tak banyak yang memesan produknya. Ia menduga hal itu dikarenakan sulitnya perekonomian di tengah pandemi covid-19. 

Baca: Nelayan Pesisir Lamsel Takut Melaut

 

"Harganya bagus, tapi barangnya enggak ada, pembeli juga sepi. Setiap hari ada yang ambil, tapi dari Jakarta, bukan dari Lampung," katanya. 

Teri medan kualitas baik bisa dijual Edi dengan harga Rp110 ribu/kg. Namun, tak jarang pembeli menawar dengan harga yang cukup rendah. 

"Harga segitu sudah yang paling bagus terinya, meski akhir-akhir ini tangkapan nelayan enggak putih bersih, agak kelabu," ujar dia. 

Edi mengaku sudah memiliki pelanggan dari Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. Para pembeli kemudian mengekspor ikan teri medan tersebut ke Malaysia dan Thailand. 

"Kalau kami belum bisa ekspor begitu, yang dekat saja dulu," ujarnya. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait