#penembakan#polres

Tangisan Istri Polisi Korban Penembakan di Lamteng Pecah di RS Bhayangkara

Tangisan Istri Polisi Korban Penembakan di Lamteng Pecah di RS Bhayangkara
Istri korban penembakan sesama polisi, Aipda Ahmad Karnaen, yakni Ipda Etty Meyrani saat tiba di Ruang Forensik RS Bhayangkara, Senin, 5 September 2022. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Istri korban penembakan sesama polisi, Aipda Ahmad Karnaen, yakni Ipda Etty Meyrani menangis histeris saat mendatangi tempat autopsi suaminya di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara di Jalan Pramuka, Rajabasa, Kota Bandar Lampung.

Ipda Etty bersama keluarga besarnya datang ke Ruang Instalasi Forensik RS Bhayangkara mengenakan kerudung berwarna hitam, baju biru dongker, serta rok panjang. 

Tangisan Kanit PPA Polres Lampung Tengah (Lamteng) itu kian pecah saat dipeluk erat polwan berseragam dinas lengkap yang sudah menunggu di depan Ruang Forensik.

Baca: Kronologis Kanit Provost Tembak Bhabinkamtibmas Polsek Way Pengubuan

 

Hingga saat ini, jenazah Aipda A. Karnaen masih berada di dalam Ruang Forensik. Setelah itu, jenazah akan dibawa ke rumah keluarga korban yang berada di Liwa, Kabupaten Lampung Barat (Lambar).

Sebelumnya diberitakan, Kanit Provost Polsek Way Pengubuan, Lamteng, Rudi Suryanto (39) menembak Aipda Ahmad Karnaen (41), anggota yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di polsek tersebut.

Pembunuhan sesama anggota Polsek Way Pengubuan itu dipicu rasa sakit hati karena korban disebut kerap mengintimidasi dan membuka aib hingga ke lingkup keluarga pelaku sejak 2018 silam.

Baca: Chat di Grup WA Pemicu Penembakan Sesama Anggota Polisi Lamteng

 

"Motifnya sakit hati pelaku terhadap korban. Selama masa dinasnya bersama-sama dari 2018, pelaku sering diintimidasi dan dibuka aibnya. Pada malam terakhir itu, pelaku tidak bisa membendung sakit hatinya karena korban menyinggung keluarga pelaku," kata Kapolres Lamteng, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya.

Penembakan itu berawal saat pelaku melihat grup WhatsApp, korban menulis pesan tentang istri pelaku yang belum bayar arisan online.

"Membaca itu, pelaku merasa sedih, kecewa, dan kesal," ujarnya.

Kapolres menjelaskan, aksi penembakan berawal saat pelaku izin pulang dalam tugas piket usai mendapatkan telepon dari istrinya yang mengabarkan sedang tidak enak badan pada Minggu, 4 September 2022, malam. Saat dalam perjalanan pulang, pelaku berniat melintas rumah korban.

Pelaku pun melihat korban sedang duduk di teras rumah. Dengan rasa kesal dan sakit hati, pelaku mendatangi rumah korban dan memanggilnya. 

"Namun, sebelum korban membuka pagar rumah, pelaku langsung menembak korban tepat di dada kiri hingga tembus ke punggung. Tembakan itu langsung membuat korban tersungkur dan pelaku melarikan diri," kata Kapolres.

Kejadian itu turut disaksikan tetangga dan istri korban yang langsung membawanya ke rumah sakit.

"Tapi, setibanya di rumah sakit, korban sudah tidak bernyawa lagi," kata dia.

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait