#pertanian#beritalampung

Tanaman Hias dan Holtikultura Didorong Tumbuhkan Eksportir Baru

Tanaman Hias dan Holtikultura Didorong Tumbuhkan Eksportir Baru
Bimtek Ekspor Tanaman Hias dan Hortikultura dalam rangka mendukung Gratieks" di Bandar Jaya, Lampung Tengah, Sabtu, 27 November 2021. Istimewa


Gunung Sugih (Lampost.co) -- Permintaan tanaman hias dan rempah di pasar global terus menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Peningkatan komoditas itu harus didukung penuh guna terus menumbuhkan nilai ekspor Lampung. 

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung, Muh. Jumadh, menjelaskan dukungan itu bisa dari sinergitas antara pemangku kebijakan dan petani guna mendongkrak ekspor komoditas pertanian, seperti dari tanaman hias dan hortikultura. 

Dia mencatat, ekspor tanaman hias pada 2020 dan 2021 meningkat signifikan. Hal itu terlihat dari sistem IQ-Fast Karantina Pertanian Lampung 2020 hanya dua kali ekspor tanaman hias ke USA. Namun, pada 2021 meningkat pesat menjadi 150 kali ekspor dengan 28 jenis tanaman hias ke 19 negara tujuan. 

Hal tersebut bisa terus didorong melalui program yang dicanangkan Kementerian Pertanian dalam gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks). Dengan program tersebut, pihaknya mendorong kegiatan ekspor dalam jumlah kecil. Sebab, selama ini orientasi ekspor hanya dalam jumlah yang besar.

"Untuk itu, Karantina Pertanian Lampung berkomitmen untuk mendampingi pelaku UMKM dan petani dapat tembus pasar ekspor," kata Jumadh saat bimbingan teknis bertema "Bimtek Ekspor Tanaman Hias dan Hortikultura dalam rangka mendukung Gratieks" di Bandar Jaya, Lampung Tengah, Sabtu, 27 November 2021. 

Dengan kegiatan tersebut, lanjutnya, pihaknya berharap dapat meningkatkan semangat dan kepercayaan diri calon eksportir serta cakap dalam mengurangi risiko tanamannya terbawa OPT. 

Sebab, bimtek yang dihadiri lebih dari 100 peserta terdiri dari pelaku UMKM dan petani asal Lampung Tengah itu untuk mendorong mengekspor produk dan meningkatkan keterimaan produknya di pasar internasional. 

Anggota DPR RI, Dwita Ria Gunadi, mengatakan nilai ekspor Lampung cukup baik, tetapi harus terus ditingkatkan lagi. Sebab, hal tersebut dapat meningkatkan perekonomian UMKM dan petani di Lampung. "Untuk itu mari semua tetap semangat dalam ekspor ini," ujar Dwita Ria. 

Sementara itu, Pemilik Agro Nata Tani, Andri Safriza, menjelaskan peningkatan kemajuan teknologi informasi harus dimaksimalkan untuk mencapai pasar ekspor. Hal itu dengan cara berjualan di media sosial seperti Facebook, Instagram dan Tiktok, sehingga memperluas jangkauan pembeli baik di dalam maupun luar negeri.

"Di luar negeri tak melihat batas harga. Bahkan tanaman yang di sini dianggap semak dan tak berharga, seperti tanaman putri malu saat diekspor mampu dihargai puluhan dolar per batangnya. Bayangkan potensi keuntungan yang bisa didapatkan calon eksportir tanaman hias jika dapat menembus ekspor," kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait