pembunuhan

Tak Terima Tanah Garapan Dijual, Petani di Lambar Bunuh Pemilik Kebun

( kata)
Tak Terima Tanah Garapan Dijual, Petani di Lambar Bunuh Pemilik Kebun
Warga dan petugas sedang melakukan evakuasi korban pembunuhan yang dikubur di areal perkebunan. Dok warga


LIWA (Lampost.co) -- Subangi (69), warga Rawa Utara, Mesuji, ditemukan tewas dalam kondisi terkubur di areal perkebunan kopi miliknya di Pekon Tugumulya, Kecamatan Kebuntebu, Lampung Barat. Korban diduga tewas dibunuh oleh Sukip (61), yang tidak terima lantaran korban hendak menjual kebun yang digarapnya.

Kasat Reskrim Polres Lambar AKP Made Silpa Yudiawan mendampingi Kapolres AKBP Rachmat Tri Haryadi, Senin, 7 September 2020, mengatakan perisitiwa itu diketahui setelah petugas Polsek Sumberjaya mendapat laporan dari anak korban pada Minggu, 6 September 2020. Anak korban melapor bahwa bapaknya (korban) tidak pulang-pulang.

Menurut keterangan anak korban, jika ia sudah menghubungi Sukip selaku penggarap kebunnya tapi dikatakanya saat itu bahwa bapaknya sudah pulang. Namun setelah dicari-cari informasi keberadaanya ternyata tidak juga ditemukan. Akhirnya, korban pergi ke kebun untuk menemui Sukip sebagai penggarap kebun milik ayahnya.

Mendapat laporan itu, akhirnya petugas melakukan penyelidikan yang akhirnya diketahui bahwa korban sudah dibunuh oleh pelaku pada 1 September lalu, dan mayatnya dikubur sekitar 30 meter dari gubuk oleh pelaku.

"Pelakunya sudah diamankan di Polsek Sumberjaya Minggu malam lalu. Kemudian jenazah korban juga sudah dibawa pulang oleh keluarga ke Mesuji," ujar kasatreskrim.

Berdasarkan pengakuan tersangka, kata dia, peristiwa itu bermula saat pelaku dan korban cekcok mulut di dalam gubuknya. Cekcok mulut hingga perkelahian itu karena pelaku tidak terima, setelah korban selaku pemilik kebun hendak menjual kebun yang sudah diurusnya hingga 5 tahun itu.

"Jadi, masalahnya adalah karena korban tidak terima sebab kondisi kebun waktu diserahkan kepadanya tidak terurus. Tapi setelah bagus tiba-tiba mau dijual. Sementara pelaku sendiri tidak mampu untuk membelinya karena tidak ada uang sehingga korban hendak menawarkanya ke orang lain," kata Kasat.

Saat cekcok itulah, korban emosi dan memukul pelaku namun pelaku langsung membalasnya menggunakan linggis sebanyak empat kali ke arah kepala dan dada hingga membuat korban langsung tergeletak dan meninggal dunia.

Menyadari jika korban sudah meninggal dunia, pelaku lalu membawa jasad korban dan menguburkanya sekitar 30 meter dari gubuk.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait