#sertifikat#tanah#Lamtim

Tak Terima Surat Tanah Dibakar Oknum Kepala Desa, Warga Lapor Polisi

Tak Terima Surat Tanah Dibakar Oknum Kepala Desa, Warga Lapor Polisi
Ilustrasi. Pixabay


Labuhanratu (Lampost.co)-- Tak terima surat tanah dibakar pamong desa, Suhadi (58) melapor ke Kepolisian Resor (Polres) Lampung Timur. Korban meminta aparat penegak hukum bertindak tegas atas peristiwa yang menimpanya.

Korban yang tinggal di Dusun Gunung Terang Desa Labuhanratu Induk Kecamatan Labuhanratu Lasmpung Timur itu mengatakan, sejak beberapa tahun silam dirinya membeli lahan sawah di Desa Braja Asri Kecamatan Way Jepara.

Pada awal Januari 2022, pensiunan Polisi Kehutanan (Polhut) Balai TNWK itu menjual lahan tersebut kepada salah seorang rekannya.

Setelah terjadi transaksi jual beli, Suhadi bersama temannya selaku pembeli  mendatangi pamong desa guna balik nama surat tanah dimaksud.

Baca Juga : Pemkab akan Tengahi Sengketa Lahan Ahli Waris Poerba Ratoe dan Warga Sumbermarga Lamtim

Saat dikantor desa setempat, Suhadi bertemu sejumlah pamong desa termasuk Kepala Desa Braja Asri. Ia menjelaskan ke kepala desa jika akan balik nama lahan sawah miliknya.

Kades Darusman beserta sejumlah pamong lalu memeriksa surat tanah yang dimiliki korban. Setelah diperiksa, Kades Darusman menyatakan jika surat tersebut diragukan keasliannya.

Lalu, di depan korban, Kades Darusman disaksikan korban dan pamong lain membakar surat tersebut. Tak terima surat tanah miliknya dibakar, korban lalu melapor ke Polres lampung Timur.

“Surat tanah yang saya miliki adalah asli. Kenapa sampai dibakar. Saya sangat dirugikan dan akan minta keadilan hukum,” kata Suhadi Rabu, 10 Agustus 2022.

Suhadi minta aparat kepolisian menuntaskan kasus tersebut. Apalagi yang dibakar oknum kades itu adalah dokumen Negara.

“Surat tanah yang saya pegang adalah negara yang menerbitkan. Jika itu palsu, berarti negara yang salah. Saya mohon hal ini dapat dituntaskan,” katanya.

Sementara, Darusman Kepala Desa Braja Asri menyatakan jika surat yang dimiliki warga luar desanya memang diragukan keasliannya. Pasalnya, pihak yang menandatangani surat tersebut tak lagi memangku jabatan baik di desa atau kecamatan.

Oleh sebab itu, guna menghindari pelanggaran hukum masing-masing pihak, Kades Darusman lalu membakar surat tanah tersebut.

“Ada beberapa pihak yang menandatangani saat itu tak lagi memangku jabatan di desa atau kecamatan. Jadi, guna menghindari  pelanggaran hokum, surat itu kami musnahkan,” tegas Darusman.

Soal korban melapor ke aparat kepolisian, Darusman siap memberikan keterangan atas laporan korban.

“Melapor atau tak melapor itu hak setiap orang. Jika saya dipanggil, saya akan memberikan keterangan apa adanya,” kata Darusman.

EDITOR

Dian Wahyu K


loading...



Komentar


Berita Terkait