#penyitaanburung#beritalamsel#pelabuhan#penyelundupanhewan

Tak Dilengkapi Dokumen, Ratusan Burung di Sita di Pelabuhan Bakauheni

Tak Dilengkapi Dokumen, Ratusan Burung di Sita di Pelabuhan Bakauheni
Jajaran Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Bakauheni amankan ratusan burung tanpa dilengkapi dokumen, Jumat (22/2/2019) dini hari. (Foto: Dok.Warga)


KALIANDA (Lampost.co) -- Tidak dilengkapi dokumen, ratusan burung jenis kolibri dan cucak ranting diamankan petugas di areal pemeriksaan Seaport Interdiction Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan, Jumat (22/2/2019) dini hari.

Sebanyak 211 ekor burung kolibri dalam tiga kardus besar dan satu kardus berisikan burung cicak ranting yang berasal dari Pekanbaru, Riau, diselundupkan menggunakan bus Sumba Putra AD-1473-AR dengan tujuan pulau Jawa.

Rencananya ratusan ekor burung Colibird dan Cicak Ranting tanpa dilengkapi dokumen itu akan di selundupkan dengan tujuan Solo, Jawa Tengah.

Menurut keterangan supir bus Putra Sumba, Suwondo, mengaku mengangkut ratusan ekor burung dari Pekanbaru di upah atau dibayar sebesar Rp1 juta. "Ongkos angkut burung dibayar satu juta rupiah," kata dia.

Petugas karantina hewan wilayah kerja Bakauheni, Lampung Selatan, Thabrani mengatakan bahwa ratusan burung tersebut di sita, lantaran tidak memiliki dokumen resmi dari daerah asalnya. "Penanahan ratusan burung ini karena tidak di lengkapi dokumen resmi," ujarnya.

Ratusan ekor burung itu diamankan jajaran Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Bakauheni saat melakukan pemeriksaan rutin terhadap kendaraan yang hendak menyeberang.

EDITOR

Juwantoro

loading...




Komentar


Berita Terkait