#pembangunan#pringsewu

Tak Diberi Warga Lahan, PUPR Pringsewu Batal Bangun Jembatan

Tak Diberi Warga Lahan, PUPR Pringsewu Batal Bangun Jembatan
Lokasi yang direncanakan akan dibangun jembatan. Dok PUPR


Pringsewu (Lampost.co) -- Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu gagal membangun jembatan di Pekon (desa) Kedaung, Kecamatan Pardasuka. Sebab, adanya warga yang menolak lahannya terkena dalam proyek sepanjang 22 meter dan lebar 6 meter tersebut.

"Sudah beberapa kali melakukan mediasi dengan pemilik lahan bersama para tokoh tetapi belum menemui titik terang," ungkap Kabid Bina Marga Dinas PUPR, Fahmi, Rabu, 10 Maret 2021.

Dia menjelaskan kegagalan rencana pembangunan jembatan dengan anggaran sebesar Rp2,3 miliar itu pun disampaikan kepada Komisi III DPRD Pringsewu. Sebab, pihaknya tidak bisa menunggu lama karena proses tender harus segera dilakukan. 

"Sampai awal Maret 2021 memang belum ada jawaban. Jadi mungkin pembangunan ini batal," ujarnya.

Ketua Komisi III DPRD Pringsewu, Nazaruddin, persoalan dalam pembangunan tersebut harus mendapatkan alternatif. "Mungkin bisa dicarikan lokasi lain," ujarnya, Rabu, 10 Maret 2021.

Namun, jika memang gagal dan tidak ada solusi, dia pun turut menyayangkan. Sebab, jembatan tersebut dapat menghubungkan Dusun Sawah dengan Pekon Rantautijang.

Untuk itu, dia menilai sebaiknya pembangunan jembatan tetap berjalan meskipun harus memindahkan lokasi. "Apalagi jalur tersebut banyak dilintasi warga dan anak sekolah," ungkapnya.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait