#penutupanpabrik#beritalamsel#izinusaha

Tak Berizin, PT Tri Patria Bahuga Ditutup Sementara

Tak Berizin, PT Tri Patria Bahuga Ditutup Sementara
Lampost.co/Juwantoro


Kalianda (Lampost.co): Tim Terpadu Penertiban dan Pengawasan Perizinan Lampung Selatan menutup sementara PT Tri Patria Bahuga (grup PT Dataran Bahuga Permai) di Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selaran, Kamis, 14 Mei 2020. 

Penutupan perusahaan itu dilakukan karena PT Dataran Bahuga Permai hingga kini belum memiliki dokumen perizinan dari Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizianan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Lampung Selatan.

Anggota Tim Terpadu Penertiban dan Pengawasan Perizinan Kabupaten Lampung Selatan Mardiono mengatakan PT DBP sama sekali belum memiliki dokumen perizinan.

Hal ini diketahui setelah dilakukan pengecekan ke lokasi perusahan itu oleh Plt Kabid Pengkajian Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Lampung Selatan Rudy Yunianto, Kabid Gakkum DPMPPTSP Rio Gismara, Kasi Pengaduan Pencemaran DLH Ervan Kurniawan dan Kasi Ekobang Kecamatan Bakauheni Nasrulloh Nuraini pada Rabu, 13 Mei 2020.

Fakta dan temuan di lapangan, kata Mardiono, lahan yang dilakukan land clearing merupakan lahan adat dan juga lahan milik PT Tri Patria Bahuga. Pada saat inspeksi, ditemukan kegiatan land clearing kawasan pantai dan juga kegiatan reklamasi pantai yang diindikasikan dilakukan oleh grup PT Tri Patria Bahuga bekerja sama dengan tokoh adat setempat.

Dia mengatakan reklamasi pantai yang telah dilakukan sepanjang ±500 meter belum memiliki izin reklamasi. Kegiatan yang dilakukan belum memiliki dokumen lingkungan hidup sesuai dengan peraturan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang mana sebelum melakukan kegiatan wajib memiliki dokumen lingkungan dan izin lingkungan. PT Dataran Bahuga Permai juga belum memiliki perizinan/rekomendasi kesesuaian tata ruang dari intansi terkait. 

"Nah, berdasarkan surat berita acara pengawasan tata ruang itulah yang menjadi dasar dilaksanakanya penutupan sementara terhadap grup PT Tri Patria Bahuga. Segala aktivitas land clearing dihentikan untuk sementara waktu, sembari menungu dokumen perizinanan yang tengah diajukan ke dinas/instansi terkait," jelas dia, didampingi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP dan Damkar Lamsel Sri Ngatin. 

Sementara itu, Koordinator Lapangan Kantor Cabang PT TRI Patria Bahuga, Didi Hodidi, mengatakan dirinya akan melaporkan kepada pimpinan atas penutupan sementara PT Tri Patria Bahuga. 

"Iya,  kita akan lapor dengan pimpinan perusahaan lebih dahulu lah. Sebab,  pimpinan perusahaan ini ada di Jakarta," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait