#ppdb#kk

Tak Ada Lagi KK Bodong di PPDB Lampung

Tak Ada Lagi KK Bodong di PPDB Lampung
Proses verifikasi dokumen kependudukan pendaftar PPDB di Disdukcapil Bandar Lampung. Lampost.co/Umar Robani


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMAN Lampung Ngimron Rosadi memastikan tidak ada peserta Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang menggunakan Kartu Keluarga (KK) palsu alias bodong. Hal itu berdasarkan hasil verifikasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bandar Lampung.

Ia menjelaskan, dalam pendaftaran jalur zonasi peserta harus berdomisili di sekitar sekolah. Untuk itu, pendaftar wajib melampirkan KK sebagai bukti domisili.

Untuk memastikan kebenaran alamat yang dilampirkan, sekolah melakukan verifikasi melalui Disdukcapil. Jika tak sesuai maka pendaftar akan gugur.

"Alhamdulillah tahun ini tidak ada KK bodong, tapi beberapa ada yang tidak memenuhi syarat," ujar Ngimron, Kamis, 17 Juni 2021.

Baca: Telkom Lampung Klaim Kendala PPDB Daring Telah Teratasi

 

Sementara itu, Kepala SMAN 10 Bandar Lampung Neng Rosiyati mengatakan, usia KK yang dilampirkan harus minimal berusia satu tahun. Jika kurang dari satu tahun maka peserta akan dianggap gugur.

Jika tidak berusia satu tahun karena pembaruan data, peserta dipersilahkan melampirkan KK lama. Meski begitu, sekolah juga tetap akan memverifikasi data tersebut ke Disdukcapil.

"Tidak sampai 20 orang yang KK-nya tidak sampai satu tahun," ungkapnya.

Pada PPDB tahun lalu, Disdikbud menemukan dokumen kependudukan yang tidak valid. Hal itu diungkapkan oleh Kadisdukcapil Bandar Lampung Ahmad Zainuddin.

"Kita temukan ada ratusan, sudah kita serahkan ke sekolah masing-masing," ungkapnya saat ditemui di Kantor Disdukcapil Bandar Lampung, Senin, 22 Juni 2020.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait