#pemerintahan#pemerintah

Tahun Ini Pemprov Targetkan Entaskan 1.800 Hektare Kawasan Kumuh

Tahun Ini Pemprov Targetkan Entaskan 1.800 Hektare Kawasan Kumuh
Kadis PKP PSDA Provinsi, Edarwan, Asisten II Pemkab Lampung Selatan meresmikan jembatan dan RTH di Kampung Lima, Way Urang, Lampung Selatan, Senin (21/8/2017). (Foto:Lampost/Effran)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengentaskan kawasan terbilang kumuh di tiga kabupaten, yaitu Lampung Selatan, Mesuji, dan Lampung Timur pada tahun 2017. Ditargetkan 1.800 hektare pemukiman kotor di seluruh kabupaten dapat terbebas hingga tahun 2018 mendatang.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Pengelolaan Sumber Daya Air (PKPPSDA) Lampunf, Edaran, menjelaskan penuntasan kawasan permukiman kumuh di perkotaan merupakan upaya Pemprov untuk menekan angka kawasan tidak laik huni dengan menambah pembangunan ruang terbuka hijau (RTH).

"Program penuntasan kawasan kumuh di kota, sehingga pemprov mengusulkan ke pemerintah pusat agar persoalan itu dapat diselesaikan atau minimal terlihat wajah kotanya," kata Edarwan usai peresmian peningkatan pemukiman kumuh di Kampung Lima, Kelurahan Way Urang, Lampung Selatan, Senin (21/8/2017).

Peresmian tersebut adalah pembangunan jembatan, pelebaran badan sungai, pengadaan tong sampah, dan RTH yang mengubah lingkungan tersebut dari kumuh meningkatkan dan terbebas dari level kumuh.

Dia melanjutkan, terdapat 1.800 hektare lebih kawasan pemukiman kumuh di Lampung yang menjadi target pemerintah untuk dituntaskan hingga 2018. Sementara, ditahun 2017 ini telah tercapai pembebasan kawasan kumuh di tiga kabupaten hingga ratusan hektare, yaitu di Lampung Timur, Mesuji, dan Lampung Selatan.

"Ada 1800 hektare yang tergolong kumuh, tentunya tidak mungkin sekaligus diselesaikan. Harus bertahap menyelesaikan kawasan kumuh di ibukota kabupaten/kota itu dan tiap tahunnya kami mengusulkan ke pusat agar mendapatkan alokasi anggaran untuk program ini," ujarnya.

Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo melalui Edarwan, juga berpesan fasilitas yang telah dibangun tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, seperti kegiatan kemasyarakatan.

"Fasilitas ini meningkatkan kampung yang kami nilai sebagai daerah kumuh dan sekarang sudah menjadi indah dan tidak kumuh lagi. RTH ini juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati sore hari atau tempat bermain anak. Menurut saya ini sudah baik untuk kawasan perkampungan," ujarnya.
Sementara, Asisten bidang Ekonomi dan Pembangunan pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Mulyadi Saleh mengatakan sebelum dilakukan pembangunan kondisi jembatan sangat mengkhawatirkan. Sehingga pembangunan jembatan itu akan berperan aktif dalam konektivitas antarwilayah.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait