#wisata#nataru

Tahun Baru 2022 bikin Juru Sewa Ban di Pantai Mutun Pesawaran Semringah

Tahun Baru 2022 bikin Juru Sewa Ban di Pantai Mutun Pesawaran Semringah
Jasa sewa ban di Pantai Mutun. Lampost.co/Umar Robbani


Pesawaran (Lampost.co) -- Para pemilik usaha penyewaan ban dan kapal penyeberangan di area wisata laut di Kabupaten Pesawaran mengaku memperoleh banyak keuntungan dalam masa libur Tahun Baru 2022 sekarang ini.


Salah satu pemilik usaha jasa sewa ban di Pantai Mutun, Hayati, mengaku sangat bahagia dengan kedatangan para pengunjung wisata yang ramai sejak pagi hari. 

"Sudah lama saya tidak melihat wisatawan yang berkunjung seramai ini. Alhamdulillah pandemi sudah menurun, pemerintah juga sudah memperbolehkan kami berbuka selama libur tahun baru," ujarnya, Minggu, 2 Januari 2022.

Baca: Penjagaan Jalur Wisata di Pesawaran Diperketat

 

Menurut dia, usaha penyewaan ban yang ia kelola sempat berhenti sejak awal pandemi covid-19 hingga pertengahan 2021.  

"Saya baru kembali menyewakan ban di pertengahan tahun 2021," kata dia. 

Hal serupa juga dirasakan Syahrozi. Warga Desa Batu Menyan Kecamatan Teluk Pandanyang yang mengelola jasa kapal penyeberangan di Dermaga Ketapang juga memperoleh mengaku mendapatak berkah di awal tahun 2022 ini.

"Awal Desember sudah ada peningkatan wisatawan, bukan hanya di saat weekend, tetapi di hari kerja juga," kata dia.

Syahrozi mengatakan, penurunan kasus terkonfirmasi covid-19 membuat roda perekonomian kembali berjalan. Oleh karena itu, ia bersepakat dan berkomitmen untuk selalu menjaga protokol kesehatan (Prokes) pencegahann covid-19. 

"Pemerintah berani membuka tempat wisata karena kasus terkonfirmasi positif sudah mulai menurun, kemudian banyak daerah-daerah yang sudah berstatus zona hijau, dengan begitu perekonomian kami dapat berjalan lagi dengan dibukanya tempat wisata pada saat libur tahun baru," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona memperbolehkan pengelola wisata membuka usahanya dengan syarat menerapkan protokol kesehatan (Prokes) pencegahan covid-19 secara ketat.

Selain itu, dilakukan pula pembatasan jumlah pengunjung, dan wajib menunjukkan sertifikat vaksin.

"Kalau ada tempat wisata yang melanggar prokes, secara berat hati saya akan berikan sanksi mulai dari administrasi, penutupan sementara, penutupan permanen, sampai dengan pencabutan izin usaha," katanya. 

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait