#korupsi#pengadilan

Syahroni dan Hermansyah Dieksekusi ke Rutan Way Huwi

Syahroni dan Hermansyah Dieksekusi ke Rutan Way Huwi
Jaksa Eksekusi KPK Saat tiba di Rutan Kelas I Bandar Lampung, Kamis, 29 Juli 2021. Lampost.co/Asrul


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dua terpidana korupsi fee proyek Pemkab Lampung Selatan jilid II, Hermansyah Hamidi dan Syahroni, dieksekusi oleh Jaksa KPK, Kamis, 29 Juli 2021. Keduanya resmi menjadi narapidana Rutan Kelas I Bandar Lampung atau Rutan Way Huwi.

Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas I Bandar Lampung Arian Adibowo mengatakan keduanya tidak akan menjalani masa pengenalan lingkungan, karena ketika menjadi tahanan KPK sudah dititipkan ke Rutan Kelas I.

"Mereka menempati Blok B," kata dia, Kamis, 29 Juli 2021.

Kuasa hukum Syahroni, Bambang Hartono mengatakan kliennya sudah melunasi uang pengganti Rp35 juta, dan denda Rp200 juta, serta biaya perkara Rp10 ribu. Pembayaran denda tersebut sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan remisi, selain pengajuan justice colaborator Syahroni yang telah diterima KPK dan majelis hakim.

"Sudah dilunasi ditransfer langsung ke rekenin KPK, oleh Istri Pak Syahroni," ujar Bambang di depan Rutan Kelas I Bandar Lampung.

Sementara Kuasa Hukum Hermansyah Hamidi Ali Sopian mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan jaksa eksekutor KPK untuk melunasi denda Rp300 juta dan uang pengganti Rp5,05 miliar.

"Sudah berkomunikasi, kita minta tenggang waktu, untuk pelunasan, karena ini nilainya cukup besar," katanya.

Keduanya dalam persidangan meminta dieksekusi ke LP Kelas IA Bandar Lampung atau LP Rajabasa, namun permintaan tersebut ditolak, karena sedang ada pemberlakukaan PPKM Darurat sehingga mobilitas warga binaan atau tahanan ditekan, guna mencegah penularan Covid 19.

"Pemindahan terpidana tidak kami lakukan," kata jaksa Eksekusi KPK Dornian.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait