#kpk#korupsi

Syahbudin Sebut Akbar Terima Fee Proyek Rp20 Miliar

Syahbudin Sebut Akbar Terima Fee Proyek Rp20 Miliar
Sidang kasus korupsi fee proyek Pemkab Lampung Utara 2015--2019 dengan terdakwa Akbar Tandaniria Mangkunegara, kembali digelar di PN Tipikor Tanjungkarang, Rabu, 5 Januari 2022. Lampost.co/Asrul


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sidang kasus korupsi fee proyek Pemkab Lampung Utara 2015--2019 dengan terdakwa Akbar Tandaniria Mangkunegara, kembali digelar di PN Tipikor Tanjungkarang, Rabu, 5 Januari 2022.

Jaksa menghadirkan empat saksi yakni eks Kadis PUPR Lampung Utara yang juga terpidana, Syahbudin, Staf dan Bendahara Keuangan Dinas PUPR Lampura atau anak buah Syabudin, Fria Apistama. Lalu orang dekat Akbar yakni Taufik Hidayat yang juga pensiunan PNS Pemkab Lamping Utara, dan Hendri Yandri Irawan, PNS Pemkab Pesawaran sekaligus sepupu Taufik Hidayat.

Baca juga: Adik Mantan Bupati Lampura Disidang Kasus Fee Proyek Lampura 

Dalam persidangan, Syahbudin menyebut Akbar juga menerima fee proyek sebesar Rp30% dari para rekanan. Menurutnya ada penyerahan uang sekitar Rp20 miliar ke Akbar melalui saksi Hendri Yandri Irawan.
Meski dibantah Akbar, namun Syahbudin tetap bersikukuh, karena dirinya melakukan pencatatan secarai rinci, yang dibantu stafnya Fria Apistama.

"Total sekitar Rp20 miliar. Saya tetap pada keterangan, soalnya saya punya pencatatan," ujar Syahbudin.

Sementara Akbar membantah tudingan Syahbudin. Meski ada fee 30%, namun kenyataannya hanya sekitar 25% yang ia terima, itu pun disetorkan sekitar 15% ke bupati Agung Ilmu Mangkunegara. Akbar menuding ada sebagain fee yang dinikmati Syahbudin.

"Enggak benar itu. Saya hanya nerima Rp2,74 miliar, enggak ada Rp20 miliar," paparnya.

Sopian Sitepu menyebut pihaknya mengonfrontasi kesaksian Akbar Tandaniria dengan keterangan saksi Syahbudin.

"Jadi kan kok ada selisih sekitar Rp17 miliar, berarti enggak benar. Kami mohon apabila ada pertentangan alat bukti, mohon klien kami diberi keringanan terhadap terdakwa," paparnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait