#media#kerja#industrikreatif

Survei: Kondisi Kerja Media dan Industri Kreatif Buruk

( kata)
Survei: Kondisi Kerja Media dan Industri Kreatif Buruk
Ilustrasi: Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (Sindikasi) menemukan kondisi kerja di kedua sektor tersebut memprihatinkan. Hasil survei menunjukkan hak dasar pekerja masih ada yang belum diberikan.
 
Kondisi terbilang buruk ini dapat dilihat dari hasil survei yang menunjukkan sebanyak 40,5 persen responden mengaku bekerja lebih dari delapan jam sehari. Lantas yang bekerja delapan jam sehari hanya 19 persen.
 
"Lebih dari 82,1 persen responden mengaku tidak pernah mendapat uang lembur," ujar Kepala Riset Sindikasi Fathimah Fildzah Izzati dalam sebuah diskusi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu 15 Februari 2020.

Hal itu bertentangan dengan Pasal 78 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam UU itu, waktu kerja yang diizinkan delapan jam sehari atau 40 jam dalam satu minggu. Regulasi itu mengatur pekerja tidak boleh lembur lebih dari tiga jam dalam satu hari atau 14 jam dalam satu minggu.
 
Selain itu, Izzati menyebut sebanyak 51,2 responden mengaku beban kerja tidak sesuai dengan perjanjian kerja. Artinya, pekerja kerap mengerjakan tugas yang tidak dibayar.
 
Sebanyak 52,4 persen responden mengaku pernah mengalami kecelakaan atau penyakit akibat kerja. Mulai dari stres, cemas, dan kurang tidur.
 
"54,7 persen responden mengaku tidak dapat ganti biaya kecelakaan kerja dari kantornya," tutur Izzati.

EDITOR

medcom

loading...




Komentar


Berita Terkait