#teknokrat#mahasiswa

Surati Teknokrat, LBH Minta Sanksi DO dan Skorsing Mahasiswa Dicabut

Surati Teknokrat, LBH Minta Sanksi DO dan Skorsing Mahasiswa Dicabut
Universitas Teknokrat Indonesia. Dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- LBH Bandar Lampung menyurati Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) terkait sanksi Drop Out atau DO terhadap tiga mahasiswa, dan skorsing enam mahasiswa lainnya pada program studi teknik sipil.

Sanksi tersebut terkait polemik penggunaan sekretariat yang didirikan mahasiswa, namun dianggap kampus ilegal dan meresahkan. LBH yang mengadvokasi mahasiswa menyayangkan kebijakan sepihak dari Kampus yang dinilai merugikan mahasiswa.

Baca juga: Sanksi DO Final, UTI Tuding Kegiatan di Sekretariat Ilegal

"Sudah kami kirimkan surat pada Jumat kemarin, tertuju ke rektor. Sekarang kami masih menunggu jawaban dari pihak kampus," ujar Kadiv Advokasi LBH Bandar Lampung Kondri Ubaidilah, Senin 19 April 2021.

Ia mengecam tindakan kampus, dan mendorong agar UTI mencabut sanksi DO dan skorsing, agar mahasiswa bisa melanjutkan perkuliahan hingga tuntas.

"Kami juga akan kirim surat ke Dikti atau Dikbud, agar ada evaluasi kebijakan tersebut," katanya.

Menurutnya, jalan terakhir yang akan diambil oleh LBH Bandar Lampung jika tidak ada upaya dari UTI yakni menggugat kebijakan tersebut ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandar Lampung..

"Langkah terakhir kebijakannya kita PTUN kan," katanya.

Pemberian sanski menurut Kodri tidak sesuai prosedur karena tidak ada pemberitahuan secara resmi, seperti surat peringatan tahap pertama atau kedua.

Terpisah Wadek III Bidang Kemahasiswaan fakultas Teknik dan Ilmu komputer UTI, Auliya Rahman Isnain mengatakan surat yang dikirimkan oleh LBH Bandar Lampung sudah diterima.

"Kami akan menjawab surat tersebut dalam waktu dekat ini, dan memberikan klarifikasi dalam satu Minggu setelah surat kami terima," ujarnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait